Takalar l Bongkarterkini.com – Proyek pembangunan drainase di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Takalar, senilai Rp 189.528.000, yang dikerjakan oleh CV. Bungkoa Karya Gemilang, kini menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak. Temuan ini mencuat setelah investigasi yang dilakukan oleh tim media dan beberapa lembaga sosial kontrol di Takalar.(7/11/2025)
Investigasi yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 6 November menemukan sejumlah kejanggalan yang menimbulkan pertanyaan serius mengenai kualitas pekerjaan. Salah satu temuan utama adalah penggunaan campuran yang diduga bercampur lumpur dalam konstruksi. Selain itu, tim juga menemukan penggunaan batu gunung lama yang sebelumnya telah digunakan dalam proyek lain.
Lembaga sosial kontrol juga melaporkan adanya sejumlah masalah pada pondasi drainase. Di antaranya adalah banyaknya lubang yang di sela-sela batu pondasi. Lebih lanjut, ditemukan bahwa tanah langsung diplaster tanpa lapisan pendukung yang memadai, serta puluhan meter pondasi yang tergantung tanpa penyangga yang memadai.
Berbagai kejanggalan ini telah didokumentasikan dalam bentuk video dan foto yang beredar luas, memicu diskusi hangat di berbagai grup WhatsApp dan platform media sosial lainnya. Masyarakat setempat kekhawatiran mereka terhadap potensi dampak negatif dari kualitas pekerjaan yang buruk terhadap lingkungan dan infrastruktur di wilayah tersebut.
Pelaksana proyek dari CV. Bungkoa Karya Gemilang, yang dikenal dengan sapaan Dg. Siriwa, memberikan tanggapan melalui pesan WhatsApp pada hari Kamis 6/11/2025 terkait dugaan pekerjaan asal jadi ini. “Pekerjaan yang mana diduga asal jadi, kan belum selesai pekerjaan,” ujarnya.
Tim media dan lembaga sosial kontrol berharap agar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan pengawas, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Takalar, serta dinas terkait lainnya dapat segera memberikan teguran kepada CV. Bungkoa Karya Gemilang. Mereka menekankan pentingnya pengawasan yang ketat dan tindakan korektif untuk memastikan proyek ini memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur publik. Masyarakat berharap agar pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa proyek-proyek pembangunan di Takalar dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.






























