Bongkarterkini.com,Takalar sulsel – Momentum Hari Posyandu Nasional 2026 menjadi tonggak transformasi pelayanan publik di Kabupaten Takalar. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Takalar, Dewi Sri Ekowati Firdaus, turun langsung memantau pelaksanaan Posyandu Era Baru yang dipusatkan di Kelurahan Mannongkoki, Kecamatan Polongbangkeng Utara, pada Rabu (29/4/2026). Kehadiran sosok penggerak ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat garda terdepan pelayanan masyarakat desa dan kelurahan.
Kegiatan masif ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret menindaklanjuti instruksi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui surat Nomor 100.3.2.7/2295/BPD. Instruksi tersebut mendorong pelaksanaan layanan Posyandu secara serentak di seluruh penjuru nusantara. Takalar merespons cepat dengan menyulap Posyandu konvensional menjadi pusat layanan yang lebih dinamis dan komprehensif bagi seluruh lapisan warga.
Dalam tinjauannya, Dewi Sri Ekowati Firdaus menekankan bahwa Posyandu Era Baru mengusung konsep pelayanan terpadu berbasis 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Integrasi ini melampaui batas sektor kesehatan, dengan menggabungkan sektor pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, hingga aspek ketenteraman dan ketertiban umum. Model ini dirancang agar masyarakat tidak perlu lagi berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan hak-hak dasar mereka.
Sinergi lintas sektoral terlihat jelas dengan hadirnya jajaran pendamping, mulai dari Camat Polongbangkeng Utara, Lurah Mannongkoki, hingga perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Kehadiran para pemangku kebijakan ini memastikan bahwa setiap kendala teknis di lapangan dapat langsung teratasi, sekaligus memberikan dukungan moral bagi para kader Posyandu yang menjadi ujung tombak pelayanan.
Salah satu inovasi yang paling diminati warga adalah kehadiran layanan administrasi kependudukan “jemput bola” dari Disdukcapil. Selain pemeriksaan kesehatan rutin ibu dan anak, masyarakat dapat mengurus perekaman KTP-el bagi remaja usia 17 tahun dan penyandang disabilitas secara langsung. Layanan pengurusan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, hingga Kartu Identitas Anak (KIA) pun tersedia di lokasi, sehingga memudahkan warga yang selama ini terkendala akses jarak ke kantor dinas.
Ketua TP-PKK Takalar, Dewi Sri Ekowati Firdaus, menyatakan bahwa transformasi ini adalah langkah strategis untuk menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berkelanjutan. “Melalui Posyandu Era Baru, kita ingin memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses layanan dasar yang lebih mudah, cepat, dan terpadu dalam satu tempat. Kami ingin negara hadir lebih dekat di tengah-tengah keluarga,” ungkapnya di sela-sela pemantauan.
Antusiasme warga Kelurahan Mannongkoki yang memadati lokasi menjadi bukti bahwa konsep integrasi ini sangat dibutuhkan. Pemerintah Kabupaten Takalar berharap, ke depannya Posyandu tidak lagi identik hanya dengan imunisasi atau timbang berat badan bayi, melainkan tumbuh menjadi pusat pelayanan publik paripurna yang menyentuh seluruh siklus hidup manusia, mulai dari janin dalam kandungan hingga para lansia. (Hs)






























