Bongkarterkini.com, Takalar sulsel – Upaya penguatan jaring pengaman sosial bagi masyarakat prasejahtera terus digalakkan di tingkat kecamatan. Paling baru, Camat Pattallassang, Bansuhari Said, menyalurkan tambahan Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS) sembako bagi para penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan yang dinilai krusial untuk menjaga ketahanan pangan tingkat rumah tangga ini dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Pattallassang, Jalan Diponegoro No. 49, Kelurahan Bajeng, Kabupaten Takalar, Selasa (19/05/2026).
Suasana penyaluran bantuan yang berlangsung sejak pagi tersebut berjalan dengan tertib, aman, sekaligus penuh keakraban. Agenda strategis ini turut dihadiri oleh petugas perwakilan dari Bank Mandiri Cabang Takalar selaku bank penyalur, para pendamping program PKH yang mengawal administrasi warga, serta puluhan warga penerima manfaat yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian proses verifikasi dan penyaluran.
Berdasarkan data resmi pihak kecamatan, tercatat sebanyak 27 orang warga yang dinyatakan berhak menerima bantuan tambahan pada periode ini. Komposisi penerima manfaat didominasi oleh kelompok rentan, yang terdiri dari satu orang laki-laki lanjut usia (lansia) berusia sekitar 70 tahun dan 26 orang ibu rumah tangga. Keberadaan para ibu ini mencerminkan peran sentral perempuan dalam mengelola manajemen krisis ekonomi di tingkat keluarga.
Pemandangan humanis juga terlihat di sela-sela antrean, di mana tidak sedikit dari para ibu rumah tangga tersebut yang terpaksa membawa anak balita mereka. Kehadiran anak-anak ini seolah menjadi simbol pengingat sekaligus harapan besar masyarakat agar bantuan sosial yang dikucurkan pemerintah dapat langsung berdampak pada perbaikan gizi dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari tumbuh kembang anak.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Pattallassang, Bansuhari Said, memberikan arahan dan pesan penting langsung di hadapan seluruh penerima manfaat. Ia menekankan dengan porsi yang seimbang bahwa bantuan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah kesulitan warga, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kearifan para penerima dalam membelanjakannya.
“Bantuan ini merupakan perhatian pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap semua dapat menggunakannya untuk kebutuhan pokok keluarga, utamakan kebutuhan pendidikan anak dan kesehatan keluarga daripada pengeluaran yang tidak penting,” ujar Bansuhari Said mengingatkan.
Lebih lanjut, camat juga mewanti-wanti masyarakat agar memperlakukan kartu bantuan tersebut layaknya dokumen berharga. Ia meminta warga untuk menjaga keamanan kartu fiskal dan data administrasi pribadi dengan baik guna menghindari kendala teknis atau potensi penyalahgunaan saat proses pencairan berkala nanti. Warga pun diimbau tidak segan menghubungi pendamping PKH jika mendapati masalah di lapangan.
Di sisi lain, pihak perbankan memastikan bahwa penyaluran ini didasarkan pada proses evaluasi data yang ketat. Perwakilan Bank Mandiri Cabang Takalar, Andi Hidayatullah, menjelaskan bahwa penyaluran tambahan kartu KKS sembako ini merupakan bagian integral dari upaya pembaruan data penerima manfaat secara berkala agar tidak terjadi tumpang tindih atau salah sasaran.
Langkah validasi ini dilakukan agar bantuan sosial dari kementerian terkait dapat tersalurkan dengan lebih akurat kepada mereka yang benar-benar memenuhi kualifikasi kemiskinan. Dengan adanya penambahan kartu bantuan yang terverifikasi ini, diharapkan beban ekonomi masyarakat penerima manfaat semakin teringankan, sekaligus menjadi stimulan dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga mereka secara bertahap.
( Husaini )





























