instagram youtube
logo

Pelanggaran Etik dan Dugaan Pelecehan Seksual di RSUD Cabangbungin Kini Jadi Sorotan Nasional

BONGKAR TERKINI

- Redaksi

Kamis, 17 Juli 2025 - 18:59 WIB

5079 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — Sejumlah pasien dan keluarga korban Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kembali melangkah maju untuk mencari keadilan. Kali ini, mereka secara resmi melaporkan berbagai dugaan pelanggaran serius, mulai dari malpraktik hingga pelecehan seksual, kepada Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan (MDTK) di bawah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Langkah tersebut difasilitasi oleh kuasa hukum para korban, Muhamad Andrean. Ia menyatakan bahwa pekan ini pihaknya mendampingi korban dalam proses pelaporan sekaligus penyerahan sejumlah bukti yang menunjukkan dugaan pelanggaran etik dan hukum oleh oknum tenaga kesehatan di RSUD Cabangbungin.

“Hari ini para korban telah menyampaikan laporan resmi kepada MDTK. Laporan ini mencakup dugaan malpraktik medis dan juga dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum di RSUD Cabangbungin,” ujar Andrean saat memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta, Kamis (17/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Andrean memaparkan bahwa kondisi para korban semakin memprihatinkan. Salah satunya adalah Bayu Fadilah, pasien yang awalnya didiagnosis mengidap demam berdarah dengue (DBD), namun kemudian mengalami kebutaan permanen setelah bola matanya dicabut saat dalam perawatan. “Kasus Bayu adalah bentuk nyata kegagalan penanganan medis yang berakibat sangat fatal. Dia kehilangan penglihatannya secara permanen,” ungkap Andrean.

Kasus lain menimpa pasien bernama Dewi Pertiwi, yang menurut keluarga, menjalani tindakan operasi tanpa sepengetahuan pihak keluarga. Usai tindakan medis tersebut, Dewi dalam kondisi sangat lemah dan tidak berdaya. Sementara korban lainnya, inisial SM, hingga kini masih mengalami trauma berat akibat dugaan pelecehan seksual oleh oknum di rumah sakit yang sama.

“Para korban ini sangat membutuhkan keadilan. Tidak hanya dari sisi medis, tapi juga perlindungan hukum dan pemulihan psikologis,” tegas Andrean.

Lebih jauh Andrean mengingatkan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, tanggung jawab hukum tidak hanya dibebankan kepada individu tenaga medis, tetapi juga kepada seluruh sistem dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlibat di rumah sakit.

“Pasal 446 UU Kesehatan secara tegas menyebutkan adanya sanksi pidana bagi tenaga medis atau kesehatan yang melakukan kelalaian hingga menyebabkan luka berat atau kematian. Termasuk juga hukuman untuk pelanggaran etik dan penggunaan identitas palsu sebagai tenaga medis,” paparnya.

Tak hanya itu, undang-undang tersebut juga memperluas ruang pertanggungjawaban pidana kepada institusi atau korporasi kesehatan yang terbukti melakukan pelanggaran. “Ini penting untuk diingat, karena tanggung jawab institusional tidak boleh dikesampingkan,” tambahnya.

Andrean berharap agar MDTK sebagai lembaga independen yang berada di bawah Kementerian Kesehatan dapat menjalankan tugasnya dengan profesional dan tegas. Ia mengingatkan bahwa pembiaran terhadap pelanggaran serius di institusi kesehatan dapat menjadi preseden buruk dalam pelayanan medis di Indonesia. “Jika MDTK menemukan bahwa unsur-unsur dalam pasal 446 telah terpenuhi, jangan ragu untuk memproses hukum para pelaku. Ini penting untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap sistem layanan kesehatan kita,” ucapnya.

Sebagai informasi, MDTK merupakan lembaga independen yang memiliki tugas utama menegakkan disiplin dan etika profesi tenaga medis. Lembaga ini bekerja bersama Majelis Disiplin Profesi (MDP) yang bertugas memeriksa, mengadili, dan menjatuhkan sanksi terhadap tenaga medis yang melakukan pelanggaran etik dan disiplin.

MDTK dan MDP juga didukung oleh Kolegium Kesehatan, yang terdiri atas para ahli dari masing-masing bidang kedokteran dan kesehatan. Tujuannya adalah untuk menjamin standar kompetensi dan kualitas layanan medis di seluruh Indonesia. Dalam struktur tanggung jawabnya, MDTK dan MDP berada di bawah Kementerian Kesehatan dan berperan penting dalam menjaga integritas profesi tenaga kesehatan, serta memastikan keselamatan pasien dalam pelayanan medis. (*)

Berita Terkait

Gerakan Moral “CADIKA” Menggema: Desak Penyelamatan Ruang Karakter Generasi Bangsa di Gowa
Cetak Sejarah Baru, Keisha Ratu Utami Jadi Wakil Paskibraka Nasional Pertama dari Jeneponto
Mencetak Generasi Qurani, 477 Santri BKPRMI Takalar Resmi Wisuda di Pantai Topejawa
Sinergi Lintas Sektor: Aksi Resik Pulau Sanrobengi Demi Masa Depan Wisata Bahari Takalar
Wakil Bupati Takalar, Hengky Yasin, secara resmi membuka Webinar Nasional bertajuk “Qurban Syar’i Dan Sehat”
Dody Riyan Saputra Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan dan Budaya di Takalar
Selamatkan Bumi Perkemahan Cadika Gowa: Seruan Lintas Generasi Pertahankan Warisan Pendidikan Karakter
Sinergi Pemkab dan Forkopimda Takalar Jamin Stabilitas Harga Pangan Menjelang Idul Adha 1447 H

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:13 WIB

Mencetak Generasi Qurani, 477 Santri BKPRMI Takalar Resmi Wisuda di Pantai Topejawa

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:38 WIB

Dody Riyan Saputra Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan dan Budaya di Takalar

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:23 WIB

Waspada Modus Penipuan KUR, BRI Tegaskan Pengajuan Tidak Ditawarkan Lewat Link Online

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:48 WIB

Darurat Sosial: KUA Pattallassang Gandeng Lintas Sektor Tekan Angka Perceraian dan Kriminalitas Anak di Takalar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:13 WIB

Syafri Havid, Empat Dekade Pengabdian Berbuah Amanah

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:15 WIB

Muh Syafri Havid terpilih Secara mufakat Untuk memimpin organisasi FKPPI Periode 2026 – 2031 di Kab Takalar.

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:23 WIB

Keluarga Tahanan Fanny Ismail Terima Kematian Dengan Ikhlas, Lapas Labuhan Ruku Bantah Pemberitaan Negatif

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:29 WIB

Dukung Kemandirian Warga Binaan, Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara Serahkan Alat Tenun di Lapas Labuhan Ruku

Berita Terbaru