instagram youtube
logo

Tragedi di Balik Pesta Rakyat: Tiga Nyawa Melayang di Tengah Riuh Suara Gemuruh Alun-Alun Garut

BONGKAR TERKINI

- Redaksi

Minggu, 20 Juli 2025 - 07:32 WIB

50380 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garut – Minggu, 20 Juli 2025 – Belum pupus senyuman para penari jaipong yang tengah menari di panggung utama, belum juga padam lampu hias warna-warni yang dipasang sejak tiga hari lalu, kabar duka tiba-tiba mencekal udara. Tiga nyawa—seorang anak perempuan berusia delapan tahun, seorang nenek berusia enam puluh satu tahun, dan seorang anggota polisi—menghembuskan napas terakhir di halaman Pendopo Kabupaten Garut, Jumat (18/7) pukul 13.00 WIB. Mereka tewas terinjak saat ribuan warga berdesak-desakan untuk mendapatkan makanan gratis yang dibagikan sebagai bagian dari pesta pernikahan anak Gubernur Jawa Barat.

Acara berlabel “Pesta Rakyat” ini digelar untuk memeriahkan pernikahan Maula Akbar Mulyadi Putra dan Luthfianisa Putri Karlina. Panitia menyiapkan 5.000 paket nasi goreng, 3.000 porsi sate kambing, dan 8.000 botol air mineral untuk dibagikan gratis kepada siapa pun yang datang. Tak disangka, undangan tak bertuliskan nama itu menyebar ke seluruh penjuru kota—mulai dari obrolan warung kopi hingga grup WhatsApp tetangga—hingga membludak lebih dari 20.000 orang yang memadati Alun-Alun Otto Iskandar Dinata.

Ketika pintu gerbang utama dibuka pukul 12.55 WIB, massa yang sudah menunggu sejak pagi tumpah ruah. “Saya hanya ingin bawa pulang lauk buat cucu,” ujar salah satu saksi mata, Yayah (54), yang kehilangan suaminya dalam kerumunan. Dalam waktu empat menit, terjadi kepanikan massal. Suara teriakan berganti tangisan, sandal dan piring berserakan, serta helm polisi yang pecah berkeping-keping di tengah amukan manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketiga korban tewas adalah: Vania Aprilia (8) warga Sukamentri, Garut Kota; Dewi Jubaedah (61) warga Kecamatan Tarogong Kidul; dan Bripka Cecep Saeful Bahri (39) anggota Polres Garut yang sedang mengevakuasi warga. Selain itu, 26 orang mengalami luka ringan hingga berat dan dilarikan ke RSUD dr. Slamet Garut.

Bupati Garut, Rudy Gunawan, langsung membatalkan sisa rangkaian acara. “Kami menanggung semua biaya pengobatan dan memberikan santunan kepada keluarga korban,” tegasnya. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan prihatin mendalam dan mempersilakan Polri menyelidiki kemungkinan unsur kelalaian panitia. “Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua,” tambahnya.

Di tengah duka, muncul tudingan bahwa sistem antrean yang primitif dan penaksiran jumlah massa yang buruk menjadi biang keladi. “Kalau masyarakat rela mati untuk sepiring nasi, ini bukan sekadar soal lapar perut, tapi lapar harapan,” kata Prof. Sunartini Widya dari Universitas Padjadjaran. Ia menekankan perlunya tim kesehatan mental dan manajemen kerumunan di setiap acara publik berskala besar.

Malam ini, di halaman pendopo yang kini terkunci rapat, tiga lilin dinyalakan. Di sekelilingnya, bunga kertas putih membentuk angka “3”. Warga berdatangan membawa karangan bunga dan doa, berharap tragedi ini menjadi yang terakhir. Di kejauhan, denting bedug magrib berkumandang, mengingatkan bahwa matahari akan terbit kembali—tapi tiga nyawa tak akan pernah kembali. (*)

Berita Terkait

Gerakan Moral “CADIKA” Menggema: Desak Penyelamatan Ruang Karakter Generasi Bangsa di Gowa
Cetak Sejarah Baru, Keisha Ratu Utami Jadi Wakil Paskibraka Nasional Pertama dari Jeneponto
Mencetak Generasi Qurani, 477 Santri BKPRMI Takalar Resmi Wisuda di Pantai Topejawa
Sinergi Lintas Sektor: Aksi Resik Pulau Sanrobengi Demi Masa Depan Wisata Bahari Takalar
Wakil Bupati Takalar, Hengky Yasin, secara resmi membuka Webinar Nasional bertajuk “Qurban Syar’i Dan Sehat”
Dody Riyan Saputra Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan dan Budaya di Takalar
Selamatkan Bumi Perkemahan Cadika Gowa: Seruan Lintas Generasi Pertahankan Warisan Pendidikan Karakter
Sinergi Pemkab dan Forkopimda Takalar Jamin Stabilitas Harga Pangan Menjelang Idul Adha 1447 H

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:13 WIB

Mencetak Generasi Qurani, 477 Santri BKPRMI Takalar Resmi Wisuda di Pantai Topejawa

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:38 WIB

Dody Riyan Saputra Tegaskan Komitmen Majukan Pendidikan dan Budaya di Takalar

Rabu, 20 Mei 2026 - 08:23 WIB

Waspada Modus Penipuan KUR, BRI Tegaskan Pengajuan Tidak Ditawarkan Lewat Link Online

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:48 WIB

Darurat Sosial: KUA Pattallassang Gandeng Lintas Sektor Tekan Angka Perceraian dan Kriminalitas Anak di Takalar

Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:13 WIB

Syafri Havid, Empat Dekade Pengabdian Berbuah Amanah

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:15 WIB

Muh Syafri Havid terpilih Secara mufakat Untuk memimpin organisasi FKPPI Periode 2026 – 2031 di Kab Takalar.

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:23 WIB

Keluarga Tahanan Fanny Ismail Terima Kematian Dengan Ikhlas, Lapas Labuhan Ruku Bantah Pemberitaan Negatif

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:29 WIB

Dukung Kemandirian Warga Binaan, Ketua TP PKK Kabupaten Batu Bara Serahkan Alat Tenun di Lapas Labuhan Ruku

Berita Terbaru