Takalar, Bongkarterkini.com – Pemerintah Kabupaten Takalar resmi menyusun agenda Safari Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dijadwalkan berlangsung mulai 20 Februari hingga pertengahan Maret 2026. Kegiatan tahunan ini akan melibatkan tiga tim utama yang dipimpin langsung oleh unsur pimpinan daerah. Selain sebagai bentuk syiar Islam di bulan suci, Safari Ramadan menjadi momentum strategis bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung di setiap kecamatan yang dikunjungi.
Tim I yang dipimpin oleh Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, akan mengawali rangkaian kegiatan perdana pada Jumat, 20 Februari 2026. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Masjid Nurul Islamiyah Massalongko di Desa Pa’rapunganta, Kecamatan Polongbangkeng Utara. Setelah pembukaan tersebut, Bupati dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Desa Kale Lantang pada 28 Februari, Desa Paddinging pada 8 Maret, dan berakhir di Masjid Sayyed Jalaluddin, Desa Cikoang pada 13 Maret 2026.
Sementara itu, Tim II dipimpin oleh Wakil Bupati Takalar, Hengky Yasin, yang akan memulai perjalanannya pada Sabtu, 21 Februari 2026. Masjid Baitul Karim Timporongan di Desa Lengkese, Kecamatan Mangarabombang, menjadi titik awal kunjungan tim ini. Agenda Wakil Bupati akan berlanjut ke beberapa titik lainnya, termasuk Desa Pa’batangan pada 1 Maret, Desa Ko’mara pada 6 Maret, dan ditutup di Masjid Nurul Ilmi Sapanjang, Kecamatan Galesong pada 14 Maret 2026.
Sekretaris Daerah Takalar, Muhammad Hasbi, memimpin Tim III yang dijadwalkan melaksanakan Safari Ramadan mulai Ahad, 22 Februari 2026. Kunjungan pertama tim ini berlokasi di Masjid Al-Ikhlas, Desa Bontosunggu, Kecamatan Galesong Utara. Selain agenda pembuka tersebut, Sekda juga dijadwalkan kembali mengunjungi Masjid Al-Ikhlas pada 27 Februari serta Kelurahan Kalabbirang di Kecamatan Pattallassang pada Sabtu, 7 Maret 2026 untuk berdialog langsung dengan warga setempat.
Pelaksanaan Safari Ramadan tahun ini dirancang sedemikian rupa agar menjangkau berbagai pelosok wilayah di Kabupaten Takalar. Kehadiran para pimpinan daerah di tengah-tengah jamaah masjid diharapkan dapat memangkas jarak komunikasi antara birokrasi dan rakyat. Melalui dialog santai usai salat berjamaah, pemerintah dapat melihat langsung kondisi riil di lapangan serta mendengarkan masukan masyarakat terkait pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur di desa masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Takalar menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah antara umara, ulama, dan umat. Dengan terjalinnya komunikasi yang lebih erat, diharapkan muncul sinergi positif dalam mendukung keberlanjutan pembangunan daerah di berbagai sektor. Suasana Ramadan yang penuh keberkahan menjadi latar belakang yang tepat untuk menyatukan visi dalam membangun Kabupaten Takalar yang lebih maju dan sejahtera.
Sebagai penutup rangkaian agenda, seluruh aspirasi yang terkumpul selama Safari Ramadan akan menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan ke depan. Pemkab Takalar berharap partisipasi aktif masyarakat dalam menyambut tim Safari Ramadan ini dapat meningkatkan semangat gotong royong dan menjaga kondusivitas wilayah selama bulan suci. Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat Takalar.

























