Bongkarterkini.com, Takalar – Mengawali hari pertama kerja usai libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye langsung memimpin apel gabungan di lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar, Senin (30/3/2026).
Bertempat di Lapangan Upacara Kantor Bupati, Jalan Jenderal Sudirman, Daeng Manye hadir lebih awal pada pukul 07.15 WITA dengan seragam khaki lengkap. Kehadirannya didampingi oleh Wakil Bupati Hengky Yasin dan Sekretaris Daerah Muhammad Hasbi, menandakan kesiapan pimpinan daerah dalam mengawal kembali roda pemerintahan.
Suasana lapangan tampak padat oleh sekitar 4.000 peserta yang terdiri dari ASN, PPPK, hingga tenaga PPPK paruh waktu dari berbagai OPD, kecamatan, dan kelurahan. Barisan tertata rapi sesuai instansi, mulai dari personel Satpol PP dan Damkar di sisi barat, jajaran Kepala Dinas di belakang mimbar, hingga barisan Camat di sisi timur. Keberagaman seragam, mulai dari khaki ASN, baju putih Dinas Perhubungan, hingga seragam biru petugas Damkar, memberikan warna kedisiplinan yang kontras namun tetap teratur di bawah langit pagi Takalar.
Dalam amanatnya, Bupati Daeng Manye menekankan pentingnya rekonsiliasi hubungan kerja melalui momentum halalbihalal. Ia secara tegas meminta seluruh aparatur untuk menghilangkan sekat-sekat internal atau “silo-silo” yang selama ini menghambat koordinasi. “Jika selama ini ada sekat, perasaan kurang baik, atau tidak saling menyapa, maka hari ini semua itu harus kita akhiri. Tidak ada lagi ketersinggungan dan prasangka. Semua harus kembali solid dan saling mendukung,” tegasnya di hadapan ribuan peserta.
Tak hanya soal harmonisasi, Bupati juga memberikan instruksi konkret terkait produktivitas kerja pasca-libur. Ia mengingatkan para pegawai untuk segera membuka kembali dokumen pekerjaan yang tertunda dan memeriksa arsip-arsip lama yang belum tersentuh. Menurutnya, percepatan penyelesaian tugas adalah kunci utama agar kualitas pelayanan publik kepada masyarakat tidak terhambat oleh euforia liburan yang baru saja usai.
Namun, di tengah tingginya tingkat kehadiran, kedisiplinan masih menjadi catatan kecil bagi pihak pemkab. Terpantau sekitar 15 ASN masih datang terlambat, di mana beberapa di antaranya terlihat berada di trotoar depan kantor serta area kantin saat prosesi apel sedang berlangsung. Hal ini menjadi realitas yang berimbang antara semangat besar ribuan pegawai lainnya dengan tantangan penegakan disiplin yang masih perlu terus dipantau oleh inspektorat.
Suasana apel yang formal seketika berubah dinamis saat Daeng Manye memimpin yel-yel dengan slogan “Takalar Cepat”. Untuk mencairkan suasana, ia memanggil beberapa Lurah seperti Lurah Bajeng, Lurah Rajaya, dan Lurah Sabintang untuk memimpin yel-yel secara bergantian. Bupati memberikan apresiasi khusus kepada Lurah Rajaya, Muhammad Nasir, yang dinilai tampil paling tegas dan bersemangat dalam membakar motivasi para peserta apel pagi itu.
Secara keseluruhan, apel gabungan ini berlangsung tertib dan menjadi titik awal penguatan kinerja birokrasi di Kabupaten Takalar. Dengan penekanan pada kolaborasi, penghapusan ego sektoral, dan percepatan penyelesaian tugas, momentum pasca-Lebaran ini diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan publik menjadi lebih responsif dan profesional ke depannya. ( Husaini )





























