Bongkarterkini.com, Takalar – Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Selasa (3/3/2026). Dalam forum strategis tersebut, Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menekankan pentingnya akselerasi pembangunan dan sinergi lintas sektor guna menjawab tantangan daerah di masa depan. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, termasuk Wakil Bupati H. Hengky Yasin, Ketua DPRD Takalar, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah dr. H. Muhammad Hasbi, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Bupati Mohammad Firdaus menegaskan bahwa Musrenbang merupakan amanat Undang-Undang yang berfungsi sebagai wadah penyelarasan aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Ia menginstruksikan agar seluruh perencanaan pembangunan dilakukan secara terarah dan terukur agar mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan. “Sinergi semua pihak, mulai dari tingkat desa hingga kabupaten, menjadi kunci utama dalam memastikan program yang disusun benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Memaparkan kondisi makro ekonomi, Bupati mengungkapkan tren positif pada beberapa indikator utama daerah. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Takalar diproyeksikan mencapai 5,02 persen pada tahun 2026 dan ditargetkan meningkat hingga 5,4 persen pada tahun 2027. Selain itu, tingkat pengangguran terbuka tercatat mengalami penurunan menjadi 3,76 persen pada tahun 2025. Capaian ini menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk terus memacu produktivitas di berbagai sektor unggulan.
Meskipun menunjukkan performa yang stabil, Bupati tetap mengingatkan jajarannya untuk tetap waspada terhadap tantangan global. Ketegangan geopolitik dunia yang berimbas pada distribusi energi dan harga kebutuhan pokok menjadi faktor eksternal yang harus diantisipasi. Sebagai langkah konkret, Pemkab Takalar akan mendorong percepatan hilirisasi produk pertanian dan perikanan melalui pemanfaatan teknologi tepat guna demi menjaga ketahanan ekonomi lokal dari fluktuasi pasar global.
Dari sisi kualitas hidup, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Takalar pada tahun 2025 menunjukkan hasil menggembirakan dengan mencapai angka 72,79, melampaui target yang ditetapkan. Namun, di sisi lain, kontribusi kabupaten terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Sulawesi Selatan diakui masih memerlukan penguatan lebih lanjut melalui diversifikasi usaha dan optimalisasi potensi daerah yang belum tergarap maksimal.
Guna mencapai target-target tersebut, Pemkab Takalar menetapkan arah kebijakan yang komprehensif untuk tahun 2027. Fokus utama meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan infrastruktur, serta penguatan ekonomi melalui pengembangan kawasan industri dan UMKM. Selain itu, transformasi pelayanan publik berbasis digital akan terus diakselerasi guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan warga.
Menutup rangkaian pembukaan, Bupati berharap Musrenbang ini menghasilkan dokumen perencanaan yang berkualitas dan berkelanjutan, bukan sekadar rutinitas administratif. Kehadiran berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, pimpinan BUMN/BUMD, hingga insan pers, diharapkan mampu memberikan masukan konstruktif. “Kita ingin menghasilkan perencanaan yang benar-benar mampu mendorong kesejahteraan daerah secara nyata,” tegasnya di hadapan seluruh peserta forum.





























