Bongkarterkini.com,Takalar – Komitmen untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, hangat, dan responsif kini bukan sekadar wacana di Kecamatan Pattallassang kab Takalar Camat Pattallassang, Bansuhari Said, memulai terobosan baru dengan menerapkan pola kerja berkantor keliling di wilayah kelurahan. Langkah perdana ini dilaksanakan secara resmi di Kantor Kelurahan Pappa pada Selasa (7/4/2026).
Berbeda jauh dari pendekatan administratif konvensional yang cenderung terpusat di kantor kecamatan, inisiatif ini membawa langsung fungsi birokrasi ke titik terdekat masyarakat. Kehadiran camat di tingkat kelurahan terbukti mampu memangkas sekat birokrasi yang selama ini dirasakan warga. Ruang interaksi pun tercipta secara lebih transparan, cepat, dan tanpa jarak antara pimpinan wilayah dengan rakyatnya.
Dalam keterangannya, Bansuhari Said menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya konkret untuk memastikan kualitas pelayanan berjalan efektif hingga ke akar rumput. “Dengan berada langsung di lokasi, kita bisa melihat, mendengar, dan merasakan sendiri bagaimana pelayanan berlangsung, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih cepat,” tegasnya di sela-sela aktivitas pelayanan.
Selama berkantor di Kelurahan Pappa, Bansuhari tidak hanya duduk di balik meja, tetapi juga aktif berdialog dengan warga yang datang mengurus administrasi. Berbagai masukan, keluhan, hingga aspirasi warga diserap secara langsung sebagai bahan evaluasi strategis. Baginya, data di lapangan jauh lebih akurat untuk menentukan kebijakan perbaikan layanan di masa mendatang daripada sekadar laporan di atas kertas.
Respon positif pun mengalir deras dari masyarakat setempat yang merasa sangat terbantu dengan kehadiran pimpinan wilayah di tengah-tengah mereka. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa kemudahan akses ini adalah hal yang sangat dinantikan. “Biasanya sulit sekali bertemu camat karena kesibukannya. Tapi hari ini kami bisa bertemu langsung tanpa harus ke kantor kecamatan. Ini sangat membantu kami,” tuturnya penuh apresiasi.
Lebih lanjut, warga berharap agar pola kerja yang humanis dan pro-aktif ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka, melainkan menjadi standar baru bagi instansi pemerintah lainnya. Harapan besar dititipkan agar semangat “jemput bola” ini menular hingga ke tingkat lurah dan perangkat lainnya, sehingga pelayanan publik menjadi semakin inklusif dan solutif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Langkah berkantor keliling yang diinisiasi oleh Camat Pattallassang ini menjadi sinyal kuat adanya perubahan paradigma birokrasi yang lebih adaptif. Transformasi ini menunjukkan bahwa pemerintah masa kini tidak lagi pasif menunggu laporan di kantor, melainkan aktif mendatangi dan memahami denyut kebutuhan warga secara langsung guna menciptakan tata kelola pemerintahan yang benar-benar melayani. ( Husaini)





























