Bongkarterkini.com,Takalar – Pemerintah Desa Bontoparang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, kembali menunjukkan taring kepeduliannya. komitmen terhadap kesejahteraan warganya diwujudkan melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap pertama tahun 2026. Sebuah langkah progresif yang diharapkan mampu mengurangi beban di tengah tantangan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera.
Bertempat di Aula Kantor Desa yang menjadi saksi bisu setiap upaya pembangunan, penyaluran bantuan ini berlangsung semarak. Tak tanggung-tanggung, alokasi bantuan langsung mencakup tiga bulan sekaligus: Januari, Februari, dan Maret. Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhak membawa pulang dana segar sebesar Rp900.000, sebuah angka yang diharapkan dapat memberikan angin segar bagi dapur-dapur di desa Bontoparang.
Fokus utama penyaluran ini adalah 8 kepala keluarga yang tergolong dalam kategori miskin ekstrem. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari wajah-wajah harapan yang kini mendapatkan uluran tangan. BLT-DD, lebih dari sekadar bantuan finansial, adalah manifestasi nyata dari perlindungan sosial dan upaya menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang tak menentu.
Kepala Desa Bontoparang, Abd Rahman, yang akrab disapa Daeng Kulle, dengan senyum mengembang menyampaikan apresiasinya. “Alhamdulillah penyaluran hari ini berjalan dengan baik. Ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah desa kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya, menyoroti kelancaran, ketertiban, dan transparansi yang menjadi pilar utama dalam setiap proses.
Daeng Kulle juga menitipkan harapan besar kepada para penerima bantuan. “Kami berharap BLT-DD ini bisa membantu meringankan beban ekonomi warga serta memberi manfaat nyata bagi penerima,” tambahnya, menekankan pentingnya pemanfaatan dana secara bijak untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Sebuah pesan yang sarat akan makna, agar bantuan ini tidak hanya menjadi penawar sesaat, melainkan pendorong keberdayaan.
Penyaluran bantuan ini sempat dihadiri dan di saksikan oleh Pendamping desa, ketua badan permuswaratan Rakyat (BPD) babinkamtibmas, Babinsa, serta para kepala dusun dan penerima manfaat, mengawal setiap langkah penyaluran. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bukti nyata kolaborasi multi-pihak dalam memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
Dengan adanya program BLT-DD ini, Pemerintah Desa Bontoparang tak hanya sekadar memenuhi kewajiban, melainkan terus bergerak maju. Ini adalah bagian integral dari upaya massif dalam percepatan penanganan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. Bontoparang membuktikan, dari desa, harapan baru dapat terus tumbuh dan berkembang.
(Husaini)






























