Bongkarterkini.com, Takalar sulsel – Sebanyak 17 remaja asal Kabupaten Takalar mengikuti tahapan seleksi kerja ke Jepang melalui program Specified Skilled Worker (SSW) di Kantor Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Takalar, Kamis (09/04/2026). Proses seleksi berlangsung tertib dengan sistem pemeriksaan berlapis, mulai dari verifikasi administrasi, tes kesehatan mata dan fisik, hingga tes potensi akademik yang dilakukan secara bergiliran. Selain pemuda lokal Takalar, seleksi ini juga diikuti oleh sekitar 60 peserta dari Kota Makassar yang memadati lokasi sejak pagi hari.
Di sela kegiatan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Takalar, Zubair, melakukan pertemuan strategis dengan perwakilan dari Asia Agri dan Senko Group Jepang. Dalam pertemuan tersebut, pihak Senko Group memaparkan peluang kerja yang luas, mulai dari posisi pengemudi truk dengan persyaratan SIM khusus hingga operator forklift yang direncanakan buka pada Oktober 2026. Menariknya, perusahaan menekankan bahwa mereka lebih mengutamakan kompetensi teknis dan pengalaman dibandingkan latar belakang pendidikan formal.
Zubair memberikan dukungan penuh kepada para peserta dan berharap seluruh perwakilan dari Takalar dapat dinyatakan lulus. Beliau menegaskan bahwa proses ini bukanlah ajang persaingan kuota antarpeserta, melainkan murni penilaian berdasarkan kelayakan dan standar kompetensi yang ditetapkan oleh perusahaan Jepang. “Bukan seleksi persaingan. Kalau semua layak, semuanya bisa lulus,” ujar Zubair optimistis saat memantau jalannya tes.
Dari sisi peserta, motivasi tinggi terlihat salah satunya dari Muhammad Rahmat Agusalim, pemuda asal Desa Sawakong. Ia mengaku mengikuti program ini demi mengubah nasib keluarga dan mencari pengalaman internasional di Negeri Sakura. Namun, tantangan tetap ada bagi para kandidat. Penanggung jawab dari PT Shin, Muhlis, menjelaskan bahwa para peserta masih harus melewati tes kesamaptaan dan fisik yang ketat sebelum lanjut ke tahap wawancara keesokan harinya, di mana potensi ketidaklulusan tetap ada bagi mereka yang tidak memenuhi standar.
Meski menjadi peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan, sebaran peserta di tingkat lokal dinilai belum merata. Tercatat ada lima kecamatan di Takalar, yakni Galesong Utara, Mappakasunggu, Sanrobone, Mangarabombang, dan Kepulauan Tanakeke, yang tidak mengirimkan utusan dalam seleksi kali ini. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan informasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja agar pemuda dari seluruh wilayah Takalar mampu bersaing di pasar kerja global.
( Husaini)






























