Bongkarterkini.com, Takalar – Bupati Takalar, Daeng Manye, secara resmi melepas rombongan kafilah Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Takalar untuk berlaga di Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Acara pelepasan yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Ruang Rapat Bupati Takalar pada Kamis (9/4/2026), dihadiri oleh para peserta, pembina, serta jajaran pejabat daerah yang memberikan dukungan penuh bagi para duta Al-Qur’an tersebut.
Dalam sambutannya, Daeng Manye menekankan bahwa ajang MTQ bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana syiar Islam dan penguatan literasi Al-Qur’an di Kabupaten Takalar. Ia berpesan agar para peserta tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menjaga sportivitas dan kekompakan selama berada di Kabupaten Maros. Baginya, kafilah yang berangkat adalah individu terpilih yang memikul tanggung jawab sebagai representasi semangat spiritual masyarakat Takalar di tingkat provinsi.
Target besar menyelimuti keberangkatan tahun ini, mengingat Kabupaten Takalar datang dengan status sebagai juara umum MTQ tingkat provinsi pada tahun 2024. Daeng Manye berharap prestasi membanggakan tersebut dapat diulang kembali. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan keagamaan bagi generasi muda demi mencetak masyarakat yang religius dan terhindar dari dampak negatif perkembangan zaman.
Senada dengan hal tersebut, Asisten Pemerintahan Setda Kabupaten Takalar, Muhammad Ikbal, SE., MM., melaporkan bahwa persiapan teknis telah dilakukan secara matang demi mempertahankan gelar juara. “Kami berharap dengan persiapan dan ketekunan para peserta, prestasi tahun 2024 dapat kita pertahankan. Fokus utama kami adalah memberikan penampilan terbaik untuk daerah,” lapornya di hadapan Bupati dan hadirin.
Pada ajang MTQ kali ini, LPTQ Kabupaten Takalar mengirimkan kekuatan penuh sebanyak 30 peserta yang akan berkompetisi dalam 14 cabang lomba. Dengan perpaduan antara bakat yang terasah dan dukungan moral dari pemerintah daerah, kafilah Takalar optimistis dapat memberikan hasil maksimal sekaligus membawa pulang kembali trofi kebanggaan ke “Butta Panrannuangku.”
( Husaini )






























