Bongkarterkini.com, Takalar sulsel – Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, menegaskan komitmen kuatnya dalam mendorong pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai program strategis untuk mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat pesisir. Di tengah kesibukan mempersiapkan agenda kunjungan kerja ke luar negeri, Bupati tetap memprioritaskan pembangunan daerah dengan menerima langsung tim survei dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI pada Kamis (16/4/2026). Kehadiran tim pusat ini bertujuan untuk melakukan penilaian mendalam terhadap sejumlah lokasi potensial di Kabupaten Takalar.
Pemerintah Kabupaten Takalar secara resmi mengusulkan lima desa sebagai kandidat kuat penerima program, yaitu Desa Sampulungan dan Desa Bontosunggu (Kecamatan Galesong Utara), Desa Boddia (Kecamatan Galesong), Desa Bontokanang (Kecamatan Galesong Selatan), serta Desa Topejawa (Kecamatan Mangarabombang). Pemilihan lokasi-lokasi ini didasarkan pada potensi besar sektor perikanan tangkap yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi warga setempat. Bupati berharap seluruh desa tersebut mampu memenuhi kriteria ketat yang ditetapkan oleh tim penilai pusat.
Program KNMP merupakan inisiatif prioritas di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada pembangunan kawasan nelayan terintegrasi dan modern. Melalui program ini, wajah pesisir Takalar diproyeksikan akan berubah melalui penyediaan sarana prasarana canggih, mulai dari tempat pendaratan ikan yang layak, pabrik es, cold storage, hingga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN). Fasilitas ini dirancang untuk memangkas biaya operasional sekaligus menjaga kualitas hasil tangkapan nelayan agar tetap bernilai tinggi di pasar.
Bupati Firdaus menekankan bahwa dukungan terhadap program strategis nasional ini adalah harga mati demi kemajuan daerah. “Ini adalah peluang besar bagi kita untuk memperkuat sektor perikanan dari hulu ke hilir. Kami sangat berharap seluruh lokasi yang diusulkan bisa lolos verifikasi dan ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih agar manfaatnya bisa segera dirasakan oleh masyarakat luas,” ujar Bupati dengan optimis di hadapan tim survei KKP.
Sebagai langkah nyata, Bupati telah menginstruksikan jajaran Dinas Perikanan Kabupaten Takalar untuk melakukan pendampingan melekat kepada tim survei selama proses penilaian berlangsung. Seluruh data teknis dan kebutuhan lapangan harus disiapkan secara akurat agar potret potensi perikanan Takalar tergambar dengan jelas. Instruksi ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memastikan proses administrasi dan teknis berjalan tanpa hambatan guna meyakinkan pemerintah pusat.
Lebih jauh, kehadiran KNMP diyakini tidak hanya akan meningkatkan angka hasil tangkapan, tetapi juga memicu munculnya ekosistem ekonomi baru di wilayah pesisir. “Jika program ini terealisasi, akan terjadi efek berantai (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Selain nelayan, para pelaku usaha pengolahan ikan dan sektor jasa lainnya di sekitar lokasi juga akan ikut terangkat,” jelas Mohammad Firdaus Daeng Manye mengenai dampak jangka panjang dari proyek tersebut.
Dengan sinergi yang solid antara pemerintah daerah dan pusat, peluang Kabupaten Takalar untuk menjadi percontohan pembangunan pesisir modern melalui program KNMP kini semakin terbuka lebar. Kesiapan infrastruktur pendukung dan antusiasme masyarakat menjadi modal utama bagi Takalar untuk bertransformasi menjadi pusat kekuatan ekonomi kelautan di Sulawesi Selatan, sekaligus mewujudkan visi kesejahteraan yang inklusif bagi seluruh warga pesisir.
(Husaini)






























