Bongkarterkini.com, Takalar sulsel – Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah dengan khidmat di lapangan kantor bupati. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekretaris Daerah Kabupaten Takalar, Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., M.Kom., memimpin jalannya prosesi yang mengusung tema sentral “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita.” Kehadiran jajaran Forkopimda, Kepala OPD, hingga staf lingkup Pemkab Takalar mempertegas soliditas birokrasi dalam menyambut arah baru pembangunan nasional.
Dalam amanatnya, Sekda Muhammad Hasbi membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian. Ia menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan tonggak untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Otonomi daerah dipandang sebagai instrumen vital untuk mendekatkan pelayanan publik dan mempercepat pemerataan kesejahteraan di seluruh pelosok kabupaten.
Tema “Asta Cita” yang diangkat tahun ini menjadi sorotan utama dalam pidato tersebut. Menurut Hasbi, tema ini mencerminkan kemandirian serta tanggung jawab besar daerah dalam mengelola potensi lokal secara optimal. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama agar harapan besar bangsa Indonesia yang tertuang dalam Asta Cita dapat terakselerasi melalui inovasi-inovasi berbasis kearifan lokal di Takalar.
”Tema Otonomi Daerah tahun ini mengandung makna kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, guna bersama-sama mewujudkan Asta Cita,” ungkap Muhammad Hasbi saat membacakan pidato seragam tersebut. Pesan ini menekankan bahwa daerah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk berkreasi, namun tetap harus selaras dengan koridor kebijakan nasional demi kemajuan kolektif.
Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Sekda Takalar juga memberikan peringatan keras terkait gaya hidup birokrasi dan penggunaan anggaran. Ia menekankan bahwa seluruh kegiatan pemerintahan harus mengedepankan prinsip efisiensi dan penghematan. Peringatan Hari Otonomi Daerah kali ini diharapkan menjadi contoh nyata dalam memangkas pengeluaran yang tidak perlu demi dialokasikan pada sektor yang lebih produktif.
Pemerintah daerah diminta untuk menyelenggarakan kegiatan secara sederhana dan tidak berlebihan. Hasbi mengingatkan agar jajarannya menghindari kegiatan yang bersifat seremonial semata tanpa memberikan dampak atau output yang jelas bagi rakyat. Setiap rupiah yang keluar dari kas daerah harus memiliki nilai tambah yang terukur, terutama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan taraf hidup masyarakat Takalar.
Menutup rangkaian upacara, Sekda menegaskan bahwa otonomi memberikan fleksibilitas bagi daerah untuk berinovasi tanpa melupakan kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui semangat ini, otonomi daerah diharapkan terus menjadi motor penggerak yang tangguh dalam mewujudkan visi Asta Cita, sekaligus mendorong kemajuan bangsa Indonesia secara berkelanjutan melalui pembangunan yang inklusif dari tingkat daerah. ( Hs)





























