Takalar l Bongkarterkini.com – Peristiwa alam memilukan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Takalar. Angin puting beliung dilaporkan mengamuk dan menerjang pemukiman warga di Dusun Malelaya, Desa Punaga, Kecamatan Laikang pada Sabtu (10/1/2026). Fenomena cuaca ekstrem ini menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan milik warga setempat yang berada di jalur lintasan angin.
Salah satu korban yang terdampak paling parah adalah Muis Dg Mangung. Rumah pria yang tercatat sebagai warga kurang mampu ini menjadi sasaran utama amukan angin kencang tersebut. Kondisi kediamannya sangat memprihatinkan setelah diterjang badai, di mana struktur bagian atas bangunan mengalami kerusakan berat yang membuatnya tidak lagi layak huni untuk sementara waktu.
Saksi mata menyebutkan bahwa angin datang dengan sangat cepat dan langsung mengangkat bagian atap rumah sekitar pukul 10:35 WITA Hampir seluruh seng penutup atap rumah Muis Dg Mangung terlepas dari ring baloknya dan terbang terbawa angin. Akibatnya, bagian dalam rumah terpapar langsung oleh cuaca, merusak perabotan dan harta benda yang ada di dalamnya.
Kepala Desa Punaga, M. Syaripuddin Dg Sore, memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai musibah ini. Ia membenarkan bahwa salah satu warganya di Dusun Malelaya telah menjadi korban bencana angin puting beliung. Pihak pemerintah desa mengaku telah menerima laporan detail mengenai kronologi kejadian yang menimpa keluarga Muis.
“Betul, salah satu warga kami tertimpa musibah angin puting beliung tepatnya di Dusun Malelaya, Desa Punaga, milik Muis Dg Mangung pada hari Sabtu 10 Januari 2026,” ujar M. Syaripuddin saat dimintai keteranganya. Ia menambahkan bahwa kejadian ini berlangsung sangat singkat namun dengan daya rusak yang cukup besar bagi bangunan semi permanen.
Hingga saat ini, pihak pemerintah desa dan instansi terkait masih melakukan pendataan di lapangan untuk menginventarisasi kerusakan lebih lanjut. Mengenai total kerugian materiil yang dialami oleh korban, M. Syaripuddin menyatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan angka pasti. “Kerugian belum ditaksir secara rinci, namun hampir seluruh atap rumah korban terlepas,” tambahnya.
Warga sekitar kini mulai bergotong-royong membantu membersihkan puing-puing sisa kerusakan di rumah Muis Dg Mangung. Diharapkan adanya bantuan segera dari pemerintah daerah maupun dinas sosial dan badan penanggulangan bencana daerah. mengingat status ekonomi korban yang sangat terbatas sehingga membutuhkan uluran tangan untuk memperbaiki tempat tinggal mereka.






























