Takalar,Bongkarterkini.com – Gema selawat dan suasana khidmat menyelimuti Masjid Agung Takalar pada malam ke-20 Ramadan 1447 Hijriah, Selasa (10/3/2026). Pemerintah Kabupaten Takalar menggelar peringatan Malam Nuzulul Quran sebagai momentum refleksi spiritual bagi seluruh elemen masyarakat. Acara yang dimulai setelah pelaksanaan salat Isya dan Tarawih berjamaah ini dihadiri langsung oleh Bupati Takalar Daeng Manye, Wakil Bupati H. Hengky Yasin, Sekretaris Daerah Dr. H. Muhammad Hasbi, serta Ketua DPRD Takalar H. Muhammad Rijal, yang membaur bersama jajaran ASN dan ratusan jamaah dari berbagai pelosok daerah.
Dalam sambutannya yang menyentuh hati, Bupati Daeng Manye mengajak seluruh masyarakat untuk tidak sekadar menjadikan Al-Qur’an sebagai pajangan di rak buku, melainkan sebagai kompas atau pedoman hidup yang nyata. Ia menekankan bahwa kehadiran kitab suci yang diturunkan di bulan suci Ramadan ini adalah anugerah terbesar bagi umat manusia, berfungsi sebagai pembeda (al-Furqan) antara jalan kebenaran dan kesesatan. Kehadiran para pimpinan daerah di tengah jamaah menjadi simbol harmonisasi antara umara dan umat dalam menjemput keberkahan malam turunnya wahyu Tuhan.
Menelusuri sejarah turunnya wahyu pertama, Daeng Manye mengulas secara mendalam makna Surah Al-Alaq ayat 1-5. Ia menjelaskan bahwa perintah Iqra atau “Bacalah” yang diterima Nabi Muhammad SAW di Gua Hira adalah fondasi peradaban Islam. Menurutnya, ayat ini mengandung instruksi intelektual sekaligus spiritual yang mengharuskan setiap manusia untuk terus belajar dan memahami fenomena alam serta sosial demi kemaslahatan bersama.
“Perintah membaca ini memiliki makna yang sangat luas dan transformatif. Kita tidak hanya diminta membaca tulisan yang tersurat, tetapi juga dituntut untuk mampu membaca situasi, menangkap kegelisahan sosial, dan membedah berbagai persoalan di sekitar kita dengan hati yang tetap terpaut kepada Allah SWT,” ujar Daeng Manye dengan nada penuh penekanan. Pesan ini menjadi pengingat bagi warga Takalar agar lebih peka dan solutif dalam menghadapi tantangan zaman dengan kecerdasan yang berlandaskan iman.
Sebagai penutup, Bupati menegaskan bahwa esensi dari peringatan Nuzulul Quran adalah manifestasi nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah Kabupaten Takalar berharap melalui momentum ini, sinergi antara pemerintah dan rakyat semakin kuat, layaknya jalinan ayat-ayat suci yang memberikan ketenangan dan keteraturan. Acara pun diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan Bumi Panrannuangku agar senantiasa diberkahi dan dijauhkan dari marabahaya.
( Husaini )






























