Bongkarterkini.com l Takalar – Di tengah kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberlakukan bagi sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Takalar tetap menjadi pusat aktivitas masyarakat. Antrean layanan administrasi kependudukan terus tercatat setiap hari, bahkan mencapai puluhan pemohon dalam satu hari kerja.
Pantauan langsung di Kantor Dukcapil Takalar, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 14.30 Wita menunjukkan suasana pelayanan yang cukup ramai. Banyak warga datang dari berbagai kecamatan di Takalar untuk mengurus beragam dokumen kependudukan, mulai dari Kartu Keluarga hingga akta kelahiran. Meskipun ada arus kunjungan yang tinggi, suasana antrean tetap terkontrol dan tertib.
Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dukcapil Takalar, Jabal Rumpang Daeng Bulu’, menegaskan bahwa pelayanan tetap berjalan sesuai standar meskipun ada edaran resmi terkait sistem kerja fleksibel. “Pelayanan tetap normal. Kami ini bersentuhan langsung dengan masyarakat, jadi tidak ada libur,” jelasnya. Ia menjelaskan bahwa edaran Bupati Takalar Nomor 800/418/SETDA yang mengatur WFA pada periode 16–17 Maret dan 25–27 Maret 2026 memberikan pengecualian khusus bagi instansi yang melayani publik secara langsung, termasuk Dukcapil.
Keputusan untuk tetap membuka layanan tatap muka diambil guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat menjelang arus mudik Idul Fitri. Banyak warga membutuhkan dokumen identitas seperti KTP elektronik untuk keperluan perjalanan atau mengganti dokumen yang hilang. “Kalau ada warga butuh KTP untuk perjalanan atau kehilangan identitas, tetap kami layani cetaknya,” ucap Jabal Rumpang.
Data sementara pada hari tersebut mencatat jumlah antrean mencapai 83 pemohon dengan jenis layanan yang beragam. Pengurusan Kartu Keluarga (KK) mendominasi dengan 63 dokumen yang diproses, diikuti permohonan akta kelahiran sebanyak 33 buah, pindah keluar daerah sebanyak 17 orang, dan dua permohonan akta kematian. Sementara itu, permintaan pencetakan KTP elektronik menunjukkan angka yang signifikan, bahkan melebihi 100 keping dalam sehari. “Permintaan blangko KTP hari ini sudah lebih dari 100 keping,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan jumlah pemohon dan mencegah antrean menumpuk, pihak Dukcapil Takalar menerapkan sistem kerja bergilir (shift) bagi pegawai. Dari total enam meja pelayanan yang tersedia, saat ini dioperasikan tiga meja yang disesuaikan dengan kondisi dan jumlah pegawai yang hadir. Meski demikian, sebagian besar pegawai tetap melapor kerja untuk membantu mempercepat proses pelayanan. “Kami tidak ingin antrean menumpuk. Kasihan warga yang punya kebutuhan mendesak,” tambah Jabal Rumpang.
Salah satu warga yang mengantre sejak pukul 11.00 Wita, Risal, mengaku telah mengurus pengurusan Kartu Keluarga dan prosesnya berjalan lancar. “Sudah diproses, tinggal menunggu selesai,” katanya. Kondisi pelayanan yang tetap optimal ini menjadi bukti komitmen Dukcapil Takalar dalam menjaga akses masyarakat terhadap layanan publik, bahkan di tengah kebijakan kerja fleksibel dan suasana mendekati cuti bersama nasional.
( Husaini )





























