Bongkarterkini.com, Takalar sulsel – Belum genap sepekan sejak dilantik oleh Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye pada 23 April lalu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Dody Riyan Saputra, langsung tancap gas dengan menghadirkan inovasi strategis. Langkah konkret ini ditandai dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), yang menempatkan Takalar sebagai kabupaten pertama di lingkup Dinas Pendidikan se-Sulawesi Selatan yang meresmikan kebijakan perlindungan siswa tersebut secara formal. Rabu (6/3/2026)
Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan ekosistem belajar yang kondusif, inklusif, serta bersih dari segala bentuk kekerasan dan perundungan. Melalui SK BSAN, Pemerintah Kabupaten Takalar berkomitmen mengubah wajah sekolah menjadi tempat yang tidak hanya mengejar nilai akademik, tetapi juga menjamin suasana belajar yang menyenangkan. Implementasi ini diharapkan mampu menjawab kekhawatiran orang tua terkait keamanan anak di lingkungan sekolah.
Momentum progresif ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), hadir perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), termasuk asisten menteri dan deputi kementerian. Kehadiran mereka memberikan legitimasi sekaligus dukungan penuh terhadap langkah cepat Pemerintah Kabupaten Takalar yang dinilai sejalan dengan visi transformasi pendidikan nasional.
Kadis Pendidikan Takalar, Dody Riyan Saputra, menegaskan bahwa penerbitan SK BSAN adalah perwujudan semangat “Takalar Cepat” yang diusung Bupati Daeng Manye. “Alhamdulillah, ini adalah bentuk komitmen nyata Bapak Bupati untuk membangun budaya sekolah yang aman. Kami ingin memastikan setiap peserta didik di Takalar merasa dilindungi saat menuntut ilmu,” ujar Dody dalam keterangannya di BBPMP, Rabu (06/05).
Keberhasilan inisiasi ini juga tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor di lingkup internal Pemkab Takalar. Dody menyampaikan apresiasi mendalam kepada Sekretaris Daerah dan Kepala Bapperida Kabupaten Takalar yang turut mendampingi proses ini, serta berterima kasih atas sambutan hangat dari para Kepala Dinas Pendidikan se-Sulawesi Selatan. Sinergi ini dianggap sebagai kunci agar kebijakan tidak hanya berhenti di atas kertas, namun benar-benar teraplikasi di ruang-ruang kelas.
Dody menekankan bahwa kualitas pendidikan yang mumpuni tidak hanya bersandar pada kurikulum dan fasilitas fisik semata, melainkan pada lingkungan yang mendukung tumbuh kembang karakter siswa. “Mari kita bersama-sama membudayakan sekolah yang aman dan nyaman. Ini adalah tanggung jawab kolektif antara pemerintah, tenaga pendidik, dan seluruh elemen masyarakat demi pembentukan moral generasi muda kita,” tambahnya dengan optimis.
Sebagai fondasi jangka panjang, program BSAN dirancang untuk membangun ekosistem pendidikan yang berkarakter, beretika, dan berintegritas. Dengan gerak cepat ini, Dinas Pendidikan Takalar optimistis dapat melahirkan generasi unggul yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045, sekaligus membuktikan bahwa perubahan signifikan dapat dimulai dari kebijakan yang humanis dan berorientasi pada kesejahteraan siswa. (Hs)






























