Takalar sulsel// Bongkarterkini.com– Babak baru penguatan organisasi pemerintahan desa di Kabupaten Takalar resmi dimulai. Setelah resmi menerima mandat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Kabupaten Takalar. periode 2025–2030, Amri A., M.Pd., S.Pd., langsung bergerak cepat menyiapkan sejumlah agenda strategis. Kepala Desa Campagaya, Kecamatan Galesong ini berkomitmen penuh untuk memperkuat soliditas organisasi sekaligus mendorong percepatan pembangunan desa di seluruh wilayah Takalar agar lebih berdaya saing.
Sebagai langkah awal, Amri menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membangun konsolidasi internal organisasi yang kokoh hingga ke tingkat kecamatan. Upaya ini dinilai krusial guna memastikan seluruh jajaran pengurus memiliki satu visi, satu frekuensi, dan komitmen yang sama dalam memperjuangkan hak serta kepentingan desa. “APDESI Merah Putih harus menjadi rumah besar bagi seluruh kepala desa. Kami ingin membangun organisasi yang solid, aktif, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong kemajuan desa,” ujar Amri dengan penuh optimisme.
Langkah taktis ini diambil bukan tanpa alasan. Amri menyadari bahwa tantangan pembangunan desa ke depan akan jauh lebih kompleks dan dinamis. Berbagai isu krusial mulai dari peningkatan kapasitas aparatur desa, pengelolaan keuangan desa yang transparan dan akuntabel, pengembangan potensi ekonomi lokal, hingga urgensi pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan publik menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu, di bawah kepemimpinannya, organisasi akan berfokus pada program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lewat pelatihan terstruktur, pendampingan intensif, serta forum berbagi pengalaman antar-kepala desa.
Selain fokus pada penguatan kapasitas aparatur, DPC APDESI Merah Putih Takalar juga menaruh perhatian besar pada lahirnya inovasi desa yang berdampak langsung pada isi dompet masyarakat. Organisasi ini berkomitmen memetakan dan melejitkan potensi lokal yang selama ini belum tergarap maksimal, seperti sektor pertanian, perikanan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta industri kreatif. Dengan mendorong inovasi berbasis kearifan lokal, desa-desa di Takalar diharapkan tidak lagi sekadar menjadi objek pembangunan, melainkan mampu tumbuh menjadi subjek ekonomi yang mandiri.
Di sisi lain, Amri juga mengingatkan bahwa kemandirian desa tidak akan tercapai tanpa adanya sinergi yang harmonis dengan suprastruktur pemerintahan di atasnya. Sinergi yang kokoh antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat merupakan kunci utama dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan mutu pelayanan publik. “Kami siap membangun komunikasi dan kolaborasi dengan semua pihak. Tujuannya satu, yaitu menghadirkan desa yang maju, mandiri, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tambahnya.
Kehadiran kepengurusan baru ini pun memantik gelombang optimisme sekaligus harapan dari arus bawah. Sejumlah kepala desa di Kabupaten Takalar menyambut positif kepemimpinan Amri dan berharap APDESI Merah Putih mampu menjadi wadah perjuangan yang tangguh serta berimbang dalam menyalurkan aspirasi desa. Kendati demikian, beberapa kepala desa juga mengingatkan agar organisasi ini tetap kritis, menjaga independensi, dan tidak terjebak dalam pusaran politik praktis, sehingga esensi perjuangan untuk kesejahteraan masyarakat desa tetap murni.
Dengan nakhoda dan semangat baru, DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Takalar kini mengemban ekspektasi besar untuk menghadirkan program kerja yang konkret, transparan, dan berkelanjutan. Kehadiran organisasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah desa dan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders). Melalui kombinasi semangat kolaborasi, profesionalisme, dan pengabdian tanpa batas, babak baru ini menjadi momentum emas untuk mewujudkan seluruh desa di Kabupaten Takalar yang tidak hanya maju dan sejahtera, tetapi juga berwibawa.
(Husaini )

























