instagram youtube
logo

Editorial | Kepemimpinan Bukan Sekadar Simbol

BONGKAR TERKINI

- Redaksi

Selasa, 5 Agustus 2025 - 01:00 WIB

50920 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONGKAR TERKINI | Wali Kota Haji Rasyid Bancin (HRB) memimpin Kota Subulussalam dengan harapan membawa perubahan. Namun, alih-alih mencatatkan capaian yang membanggakan, publik kini mulai mempertanyakan arah dan efektivitas pemerintahan yang berjalan. Kritik yang dilontarkan salah seorang tokoh masyarakat baru-baru ini menggambarkan keresahan yang kian meluas: bahwa pemerintahan HRB tak jauh berbeda dari pendahulunya — stagnan, kolot, dan gagal memberi perubahan berarti.

Label “kolot” dan “norak” barangkali terdengar kasar dalam diskursus birokrasi. Namun, dalam konteks evaluasi publik, kritik itu mencerminkan frustrasi warga atas ketidakmampuan pemerintah kota dalam menjawab tantangan zaman. Tidak adanya terobosan, kemandekan ide, dan birokrasi yang berjalan secara monoton adalah indikator nyata bahwa sistem di dalam Pemerintah Kota Subulussalam tengah sakit. Sakit bukan karena tekanan dari luar, melainkan karena kelumpuhan dari dalam.

Lebih memprihatinkan lagi, persoalan ini tidak hanya menyentuh aspek gaya kepemimpinan. Pengelolaan keuangan daerah yang dinilai buruk, minim inovasi, dan tidak transparan menandai bahwa kelemahan bukan sekadar administratif, melainkan struktural. Dalam kondisi fiskal yang “tidak baik-baik saja”, seperti yang disampaikan tokoh tersebut, dibutuhkan kepemimpinan yang berani mengambil langkah taktis, bukan sekadar hadir dalam seremoni dan pidato-pidato kosong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kritik terhadap tata kelola fiskal ini pun semakin relevan jika menilik janji kampanye pasangan HRB-, yang dikenal dengan jargon “Pasangan Rabani”. Dalam berbagai kesempatan, mereka berikrar bahwa jika dalam tiga tahun kepemimpinan mereka tidak mampu menekan defisit anggaran hingga titik nol, maka mereka siap mengundurkan diri dari jabatan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Subulussalam. Janji itu kini menjadi tolok ukur, bukan hanya integritas pribadi, tetapi juga bukti komitmen mereka terhadap profesionalisme dan tanggung jawab publik.

Kepemimpinan yang kuat sejatinya lahir dari kemampuan mengidentifikasi persoalan, merumuskan solusi, dan memobilisasi kekuatan birokrasi demi kepentingan publik. Namun dalam kenyataannya, pemerintahan HRB justru dinilai gagal memanfaatkan potensi aparatur sipil negara dan sumber daya yang ada. Para pembantu wali kota yang seharusnya menjadi sumber gagasan, disebut hanya bergerak dalam ritme rutinitas — tanpa arah, tanpa visi, tanpa urgensi.

Jika belum juga tampak perbaikan pelayanan publik, lonjakan pembangunan, atau kebijakan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, maka kritik terhadap HRB bukan sekadar sah, melainkan perlu disuarakan lebih keras lagi.

Pemerintah, terutama yang telah diberi mandat melalui pemilu, tak boleh alergi terhadap kritik. Justru dalam kritik yang paling keras sekalipun terkandung harapan akan perbaikan. Pemerintah HRB masih memiliki waktu untuk membalikkan keadaan — dengan catatan: berhenti menyandarkan diri pada retorika politik, dan mulai bekerja dengan data, logika, dan empati.

Warga Subulussalam tidak membutuhkan pemimpin yang hadir di spanduk dan baliho. Mereka membutuhkan pemimpin yang hadir dalam solusi. Yang memikirkan jalan rusak, harga sembako, layanan kesehatan, dan pendidikan anak-anak mereka. Jika HRB dan timnya tidak segera berbenah, maka ketidakpuasan publik akan berubah menjadi kehilangan kepercayaan. Dan ketika kepercayaan itu hilang, kekuasaan hanya akan menjadi formalitas belaka.

Waktu memang belum habis. Tapi kepercayaan publik bukan sesuatu yang bisa ditunda-tunda. Kini, semuanya kembali kepada HRB: apakah memilih mendengar dan bergerak, atau membiarkan kritik itu menjadi epitaf bagi masa jabatannya.

Berita Terkait

Karena satu hal yang tidak bisa ditawar: bantuan untuk rakyat bukan untuk diperas.
Dapur Makan Gizi Gratis (MBG) Poltim Mengucapkan Selamat Hari Jadi Takalar Ke 66 Tahun
Ketua DPRD Takalar H. Muh Rijal Sampaikan Pesan Keagamaan di Momentum Isra Mi’raj 1447 H  
Mahasiswa Tak Percaya Lagi Hukum Lokal, Kasus Korupsi Dana Desa Akan Diseret ke KPK
AMAN Wilayah Papua Gelar Diskusi Publik di Seruput Kopi Dangdut: Dukung Pemberian Gelar Pahlawan untuk Soeharto
Brimob Aceh Intensifkan Patroli Kamandahan Jelang Peringatan MoU Helsinki dan HUT ke-80 RI
Persiapan MTQ Subulussalam Capai 70 Persen, Pemerintah Pastikan Kegiatan Berjalan Tertib dan Bermakna
Kembali Abu Talhah Disorot, Transparansi Dana Desa Bangun Sari Jadi Pertanyaan

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:52 WIB

Dekatkan Pelayanan, Kelurahan Pappa Gelar Layanan Publik Terpadu Untuk Warga

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:26 WIB

Akselerasi Eliminasi TBC di Takalar, dr. Nila Fauziah Gagas Inovasi Berbasis Kearifan Lokal “Assamaturu

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:35 WIB

Talkshow “Takalar Cepat Menyapa” Angkat Potensi Polongbangkeng Utara Menuju Takalar Maju dan Berdaya Saing

Senin, 8 Juni 2026 - 18:10 WIB

Jembatani Aspirasi Warga, Investor, Pemkab dan DPRD Takalar Gelar RDP Kondusif Terkait Kawasan Industri Takalar

Senin, 8 Juni 2026 - 16:51 WIB

Akselerasi Investasi Daerah, DPRD Takalar Gelar Paripurna Raperda Insentif dan Bentuk Pansus

Senin, 8 Juni 2026 - 12:45 WIB

Semangat Nasionalisme Membara di SDN No. 61 Puntondo, Guru Kelas 3 Jadi Pembina Upacara

Senin, 8 Juni 2026 - 11:21 WIB

SD Inpres No 61 Puntondo Juara Satu ” Kreatif Anak” Tingkat Kelas Tiga 

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:29 WIB

Pimpinan Redaksi Bongkarterkini.com Menyampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya H. Maudu, Ayahanda Kades Parangmata

Berita Terbaru