Takalar// Bongkarterkini.com – Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo kembali menjadi saksi bisu lahirnya generasi muda yang peduli bumi. Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sebuah festival edukatif bertajuk “Kreatif Anak” sukses digelar selama dua hari, yakni pada tanggal 4–5 Juni 2026. Acara yang berlangsung meriah ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh Sekolah Dasar (SD) se-Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang (Laikang), Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Kemeriahan festival ini diisi dengan berbagai perlombaan bertema lingkungan yang menguji kreativitas dan kerja sama tim. Mulai dari pemanfaatan daur ulang sampah menjadi karya seni unik, lomba cerdas cermat lingkungan, hingga aksi nyata penanaman pohon. Kompetisi ini dirancang bukan sekadar untuk mengejar kemenangan, melainkan sebagai media edukasi interaktif agar anak-anak memahami pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan daratan sejak dini.
Di tengah ketatnya persaingan yang sehat, SD Inpres No. 61 Puntondo berhasil mencuri perhatian tim juri. Melalui inovasi dan kekompakan yang luar biasa, perwakilan dari sekolah tersebut berhasil keluar sebagai Juara Pertama untuk kategori perlombaan tingkat kelas tiga. Prestasi ini disambut gemuruh tepuk tangan dari para penonton dan peserta lainnya yang mengakui keunggulan karya ramah lingkungan yang ditampilkan oleh para siswa tersebut.
Kepala Sekolah SDI No. 61 Puntondo, Hasriadi, S.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya atas pencapaian luar biasa anak didiknya. Beliau menyampaikan bahwa kemenangan ini merupakan buah dari konsistensi sekolah dalam menerapkan kebiasaan peduli lingkungan di lingkungan belajar sehari-hari. Hasriadi berharap trofi ini bisa menjadi pemantik semangat yang lebih besar bagi seluruh siswa untuk terus berinovasi.
“Prestasi ini adalah bonus dari kerja keras anak-anak dan para guru. Yang terpenting bagi kami adalah bagaimana nilai-nilai mencintai bumi ini tertanam dalam karakter mereka. Kami ingin SDI No. 61 Puntondo tidak hanya berprestasi di panggung juara, tetapi juga menjadi pelopor gerakan hijau di desa kita,” ujar Hasriadi, S.Pd. dengan penuh semangat.
Di sisi lain, pihak panitia penyelenggara dari PPLH Puntondo menjelaskan bahwa esensi utama dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini adalah keseimbangan antara edukasi dan aksi. Kompetisi sengaja dirancang agar ramah anak namun tetap esensial.
Keberhasilan acara ini juga tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah desa dan para orang tua yang sadar bahwa isu lingkungan hidup adalah tanggung jawab lintas generasi yang harus diajarkan lewat cara-cara yang menyenangkan.
Festival “Kreatif Anak” 2026 ini resmi ditutup dengan penyerahan piala serta penandatanganan komitmen bersama seluruh kepala sekolah se-Desa Laikang untuk mewujudkan sekolah bebas plastik. Melalui momentum ini, seluruh elemen masyarakat berharap agar keceriaan dan kreativitas yang terpancar selama dua hari di PPLH Puntondo dapat bertransformasi menjadi aksi nyata yang berkelanjutan demi masa depan bumi yang lebih hijau.





























