Bongkarterkini.com,Takalar sulsel – Ratusan pasien rawat jalan di Poliklinik RSUD H Padjonga Daeng Ngalle (HPDN) mendapatkan edukasi kesehatan mendadak saat sedang mengantre pelayanan pada Selasa (21/4/2026). Dokter spesialis anak, dr. Andriana Susanti, M.Kes., Sp.A, memanfaatkan ruang pendaftaran rumah sakit untuk menggelar sosialisasi intensif mengenai bahaya penyakit campak. Dengan bantuan slide proyektor, dokter yang akrab disapa dr. Anti ini secara lugas memaparkan materi kepada warga yang memadati lima loket pelayanan di Jalan H Ince Husain Daeng Parani, Kabupaten Takalar.
Dalam pemaparannya, dr. Anti menekankan bahwa kunci utama memutus rantai penularan campak adalah melalui pembentukan herd immunity atau kekebalan komunitas. Beliau mengibaratkan vaksinasi sebagai benteng pertahanan bersama yang melindungi kelompok rentan yang secara medis tidak dapat divaksin. “Ibaratnya kalau kita berpegangan tangan membentuk lingkaran, kuman yang mau menembus masuk itu akan susah.
Sebaliknya, jika sedikit yang divaksin, kuman akan mudah berpindah dan membahayakan mereka yang berisiko tinggi tertular,” jelasnya di hadapan para pasien yang antusias menyimak.
Langkah proaktif ini merupakan bagian dari instruksi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat yang mewajibkan dokter anak untuk aktif melakukan sosialisasi di lapangan. Melalui program Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS), dr. Anti berkolaborasi dengan pihak rumah sakit untuk memberikan edukasi langsung guna memastikan masyarakat tidak hanya sekadar datang berobat, tetapi juga memahami tindakan preventif. Meski dilakukan di tengah kepadatan antrean, suasana tetap tertib dan pesan mengenai pentingnya imunisasi lengkap tersampaikan dengan baik sebagai upaya mitigasi gejala berat jika anak terpapar.
Kewaspadaan ini dipandang krusial mengingat data lapangan menunjukkan adanya temuan kasus aktif di wilayah tersebut. Berdasarkan keterangan petugas surveilans RSUD HPDN, Rahmawani, hingga hari ini tercatat dua pasien campak yang sedang menjalani penanganan, yakni anak berusia 3 tahun asal Gowa dan anak berusia 10 tahun asal Takalar. Selain di RSUD HPDN, dr. Anti juga mengonfirmasi adanya lima kasus lain yang sedang ditanganinya di RS Maryam, menandakan bahwa ancaman penyebaran virus ini masih nyata di tengah masyarakat.
Menutup rangkaian kegiatan, pihak RSUD HPDN mengimbau seluruh orang tua untuk tetap waspada dan segera melengkapi jadwal imunisasi anak-anak mereka. Sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan angka cakupan vaksinasi di Kabupaten Takalar agar kasus campak dapat ditekan seminimal mungkin. Melalui jadwal rutin PKRS yang menghadirkan tema-tema kesehatan berbeda setiap harinya, rumah sakit berkomitmen untuk terus menjadikan area tunggu sebagai ruang diskusi yang informatif dan bermanfaat bagi kesehatan publik. (Hs)






























