instagram youtube
logo

Persiapan MTQ Subulussalam Capai 70 Persen, Pemerintah Pastikan Kegiatan Berjalan Tertib dan Bermakna

BONGKAR TERKINI

- Redaksi

Senin, 28 Juli 2025 - 15:24 WIB

50335 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBULUSSALAM Kota Subulussalam kembali menghidupkan semangat kebersamaan dalam mengamalkan Al-Qur’an lewat penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-IX yang akan berlangsung pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2025. Kegiatan ini dipusatkan di Kampong Lae Saga, Kecamatan Longkib, dan akan diikuti oleh enam kafilah—lima berasal dari masing-masing kecamatan, serta satu dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah HAFAS.

Pelaksanaan MTQ tahun ini mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Subulussalam. Melalui Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah (DSIPD), pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,2 miliar. Dana tersebut dialokasikan secara terstruktur untuk menunjang seluruh aspek kegiatan, mulai dari teknis perlombaan, konsumsi, hingga fasilitas penunjang lainnya.

Kepala DSIPD, Hotma Capah, S.Ag., mengatakan bahwa anggaran tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan MTQ yang lebih berkualitas, tertib, dan bermakna. “MTQ bukan sekadar perlombaan seremonial. Ini adalah ruang syiar yang menyatukan nilai agama, budaya, dan komitmen moral kita terhadap kitab suci,” ujar Hotma saat ditemui di Subulussalam, Jumat (25/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Total anggaran Rp1.200.000.000 dibagi dalam tujuh bidang utama kepanitiaan. Alokasi terbesar tercatat pada bidang Musabaqah dan Penghubung Dewan Hakim dengan nilai Rp536.950.000. Dana ini digunakan untuk pengadaan jas dan batik dewan hakim, honorarium, serta hadiah dan uang pembinaan bagi para juara. Di posisi kedua adalah bidang Sekretariat dengan alokasi Rp244.654.741. Dana ini mencakup honor panitia, pengadaan pakaian, serta keperluan administrasi seperti alat tulis dan bahan kegiatan.

Bidang Akomodasi, Konsumsi, dan Pemondokan mengelola anggaran Rp215.000.000, termasuk konsumsi harian dan pemondokan peserta, hakim, dan tamu undangan. Pelaksanaannya dilakukan secara swakelola dengan pelaku usaha lokal. Dukungan infrastruktur fisik difokuskan melalui bidang Tempat, Dekorasi, Sound, dan Penerangan dengan alokasi Rp161.460.000. Hingga 24 Juli 2025, realisasi kegiatan ini telah mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung sebelum hari pembukaan.

Sementara itu, bidang lain seperti Acara, Protokol, dan Kesenian (Rp14.800.000), Kebersihan dan Kesehatan (Rp11.200.000), serta Keamanan dan Ketertiban (Rp16.000.000) turut menopang jalannya kegiatan selama empat hari. Seluruh pengeluaran dikenai pajak sesuai ketentuan yang berlaku dan akan dilaporkan ke instansi perpajakan.

MTQ tahun ini diharapkan tak hanya melahirkan qari dan qariah unggulan, tetapi juga memperkuat tradisi membaca dan memahami Al-Qur’an di tingkat akar rumput. Kecamatan Longkib, sebagai tuan rumah, menjadi lokasi penting karena statusnya sebagai wilayah paling selatan di Subulussalam yang selama ini kerap tertinggal dalam akses program-program keagamaan.

Hotma Capah menambahkan, penetapan panitia telah dituangkan melalui Surat Keputusan Wali Kota Subulussalam. Dengan dukungan anggaran yang memadai serta koordinasi lintas sektor, pemerintah ingin memastikan MTQ kali ini berjalan dengan tertib, transparan, dan memberi dampak nyata.

“Semangat MTQ adalah semangat umat untuk membumikan Al-Qur’an, menjadikannya panduan hidup, bukan sekadar hafalan di podium. Dan itu harus dimulai dari ruang-ruang kecil seperti ini,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, MTQ di berbagai daerah mulai mendapat perhatian lebih serius. Bukan hanya karena aspek keagamaannya, tetapi juga karena perannya dalam membangun karakter kolektif masyarakat. Di Subulussalam, MTQ bukan sekadar tradisi tahunan. Ia menjadi ruang dialog antara iman, budaya lokal, dan negara—di mana warga, pemuka agama, serta pemerintah duduk dalam satu barisan. Di situlah Al-Qur’an tak lagi berdiri sebagai kitab suci yang diperlombakan, tetapi juga sebagai nilai hidup yang dijalankan. (RED)

Berita Terkait

Karena satu hal yang tidak bisa ditawar: bantuan untuk rakyat bukan untuk diperas.
Mahasiswa Tak Percaya Lagi Hukum Lokal, Kasus Korupsi Dana Desa Akan Diseret ke KPK
Brimob Aceh Intensifkan Patroli Kamandahan Jelang Peringatan MoU Helsinki dan HUT ke-80 RI
Editorial | Kepemimpinan Bukan Sekadar Simbol
Kembali Abu Talhah Disorot, Transparansi Dana Desa Bangun Sari Jadi Pertanyaan
Dana Ketahanan Pangan Kampong Pasar Panjang Diduga Dikorupsi, 40 Persen Raib tanpa Jejak
Ketika Pelayanan Desa Terlambat, Warga Subulussalam Kota Kehilangan Harapan
Setelah Ancam Wartawan, Oknum Camat Sultan Daulat Terseret Dugaan Pungli APBK dan APBN

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:57 WIB

Digitalisasi Pelayanan Publik, Pemkab Takalar Gelar Sosialisasi Aplikasi “Takalar One Click” via Radio

Senin, 25 Mei 2026 - 14:26 WIB

Pemerintah Kecamatan Laikang Pacu Realisasi PBB 2026 Lewat Pendekatan Humanis

Senin, 25 Mei 2026 - 12:54 WIB

Audiensi di Komdigi, Bupati Takalar Dorong Program 112, Desa Digital dan Peningkatan Akses Internet

Senin, 25 Mei 2026 - 07:37 WIB

Gerakan Moral “CADIKA” Menggema: Desak Penyelamatan Ruang Karakter Generasi Bangsa di Gowa

Senin, 25 Mei 2026 - 07:26 WIB

Cetak Sejarah Baru, Keisha Ratu Utami Jadi Wakil Paskibraka Nasional Pertama dari Jeneponto

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:13 WIB

Mencetak Generasi Qurani, 477 Santri BKPRMI Takalar Resmi Wisuda di Pantai Topejawa

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:22 WIB

Sinergi Lintas Sektor: Aksi Resik Pulau Sanrobengi Demi Masa Depan Wisata Bahari Takalar

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:46 WIB

Wakil Bupati Takalar, Hengky Yasin, secara resmi membuka Webinar Nasional bertajuk “Qurban Syar’i Dan Sehat”

Berita Terbaru