Kutacane – Setelah sebulan lebih pasca banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh Tenggara, malah muncul mahasiswa dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) Banda Aceh, malah menyudutkan pemerintah daerah penanganan bencana.
“Tanpa membantu korban banjir, malah membuat gaduh susuana, taubat aja Ketua IPMAT tak elok mencari panggung ditengah bencana,” kata Sarlianto, salah satu korban banjir, Selasa (06/01/2026).
Ia menyebutkan, pemerintah daerah telah semaksimal menangani dan mengayomi korban banjir hingga tengah malam. Di saat desa terisolir akibat jalan dan jembatan terputus, dimana pemerintah telah berupaya menyalurkan logistik hingga sampai ke desa tersebut.
“Saat kami terisolir pemerintah daerah setiap hari hadir dan memastikan kebutuhan dasar kami terpenuhi, bahkan ibu Bupati dan ibu wakil Bupati juga hadir, disaat itu kalian mana,” sebutnya.
Ia mengatakan, seharusnya mahasiswa itu membantu warga yang lagi sangat membutuhkan bantuan, maksimal membersihkan lumpur yang menumpuk di permukiman warga bukan hanya mencari panggung dengan menyudutkan pemerintah daerah.
“Pemerintah sudah berusaha tak kenal lelah, malah kalian sudutkan, lebih baik belajarlah mencari ilmu jangan mencari salah,” pungkasnya.
(Red)






























