Makassar, Bongkarterkini.com– Dinamika pemilihan kepemimpinan di tubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Panitia pelaksana secara resmi telah mendistribusikan desain sampel surat suara untuk pemilihan Ketua PWI dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Sulsel masa bakti 2026–2031. Pemilihan ini akan digelar pada hari Selasa, 2 Juni 2026. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Graha Pena Lantai 3, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, mulai pukul 09.00 WITA.
pemilihan kali ini menyuguhkan sistem paket yang mempertemukan dua poros kekuatan utama. Pada kubu nomor urut 1, maju berpasangan tokoh muda visioner Amrullah Basri sebagai Calon Ketua PWI Sulsel, didampingi oleh wartawan senior H. Abd. Jurlan yang membidik posisi Calon Ketua DKP PWI Sulsel. Kombinasi ini dinilai banyak pihak sebagai perpaduan harmonis antara energi progresif dan kematangan pengalaman dalam berorganisasi. (1/6/2026)
Sementara itu, menantang di kubu nomor urut 2 adalah pasangan yang tidak kalah mumpuni. Poros ini mengusung Suwardi Thahir sebagai Calon Ketua PWI Sulsel, yang berpasangan dengan tokoh pers legendaris HM. Dahlan Abubakar selaku Calon Ketua DKP PWI Sulsel. Kehadiran pasangan nomor urut 2 ini membawa optimisme tinggi dengan rekam jejak kepemimpinan serta jaringan luas yang mereka miliki di kancah media regional maupun nasional.
Kedua kubu yang bertarung dipastikan membawa visi dan misi besar demi kemajuan organisasi selama lima tahun ke depan. Di satu sisi, tantangan media digital dan kesejahteraan wartawan di daerah menjadi isu krusial yang harus dijawab oleh para kandidat. Di sisi lain, penegakan kode etik jurnalistik serta penguatan marwah organisasi melalui fungsi DKP juga menjadi fokus utama yang dinantikan oleh seluruh anggota pemilik hak suara.
Guna menjaga kelancaran dan keabsahan proses pemungutan suara, panitia juga menyertakan enam poin instruksi penting dalam lembar perhatian di bawah surat suara. Pemilih diwajibkan memeriksa keutuhan surat suara sebelum mencoblos atau mencontreng salah satu pasangan di dalam kotak resmi. Ketentuan ketat juga diberlakukan, di mana memilih dua kali akan dinyatakan batal, tidak memilih dianggap hangus, serta larangan keras memotret surat suara maupun menambahkan tulisan apa pun.
Sejumlah pengamat media di Sulawesi Selatan memprediksi perebutan kursi ketua kali ini akan berlangsung sangat ketat namun tetap sejuk. Hal ini dikarenakan seluruh figur yang bernomor urut 1 maupun nomor urut 2 merupakan kader-kader terbaik PWI yang memiliki integritas tinggi. Proses suksesi ini diharapkan menjadi barometer pelaksanaan alam demokrasi yang sehat di lingkungan organisasi profesi.
Ketua Panitia Pelaksana menegaskan bahwa seluruh tahapan akan dikawal secara ketat demi menjaga asas independensi dan profesionalisme. Akhir kata, melalui semangat yang tertuang dalam jargon “Salam PWI Persatuan,” momentum Konferprov PWI Sulsel periode 2026–2031 ini diharapkan tidak hanya melahirkan pemimpin baru yang amanah, tetapi juga memperkokoh solidaritas sesama jurnalis di bumi Celebes. (Red)






























