instagram youtube
logo

Bachtiar Adnan Kusuma, Meluruskan Arah Gerakan Literasi di Forum GLN Oleh: Muhammad Nur Rasul (Founder Zigid Indonesia)

- Redaksi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:55 WIB

5019 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makassar // Bongkarterkini.com – Tokoh Literasi Nasional Bachtiar Adnan Kusuma (BAK) pagi ini, tampil menjadi pembicara pamungkas di Forum Diklat Talenta Ke-4 yang digelar Gerakan Literasi Nasional Geraulis dengan Tema” Wujudkan Generasi Cerdas Melalui Penguatan Literasi Masyarakat”, Sabtu, Tgl 6 Juni 2026. Bachtiar Adnan Kusuma, menjadi pembicara kedua dengan Judul “ Meluruskan Arah Gerakan Literasi Indonesia, Peran Aktivis Literasi di Tengah Darurat Akses Bacaan Bermutu” diikuti 401 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Sebelumnya, Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nurhadisaputra, menyampaikan materinya dengan mengurai lengkap Peran Perpustakaan Nasional Dalam Penguatan Budaya Baca di Indonesia.

Sebagai salah seorang peserta di Forum Talenta Gerakan Literasi Nasional Geraulis, penulis menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bachtiar Adnan Kusuma karena tidak sekadar menyampaikan ide dan gagasan tentang literasi. Lebih dari itu, apa yang disampaikan beliau merupakan sebuah seruan moral untuk menghidupkan kembali semangat gerakan literasi Indonesia yang lebih nyata, membumi, dan berdampak.

Melalui pengalaman panjangnya sebagai aktivis literasi selama lebih dari tiga dekade, BAK mengingatkan bahwa tantangan terbesar bangsa ini bukan hanya rendahnya minat baca, tetapi juga masih terbatasnya akses masyarakat terhadap bahan bacaan yang bermutu. Karena itu, sudah saatnya gerakan literasi tidak berhenti pada diskusi, seminar, atau slogan semata, melainkan bergerak menuju aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu pesan penting yang sangat menggugah adalah perlunya mengubah cara pandang terhadap literasi. Literasi tidak boleh diposisikan sebagai aktivitas eksklusif yang hanya dinikmati kalangan tertentu. Literasi harus hadir sebagai kebutuhan hidup, menjadi bagian dari keseharian masyarakat, serta mampu menjangkau seluruh lapisan tanpa sekat sosial maupun ekonomi.

BAK juga mengingatkan bahwa kekuatan literasi tidak hanya terletak pada budaya membaca, tetapi juga pada keberanian menulis. Membaca dan menulis adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Sebuah bangsa akan maju apabila masyarakatnya tidak hanya gemar menyerap pengetahuan, tetapi juga mampu menghasilkan gagasan dan karya yang bermanfaat bagi generasi berikutnya.

Karena itu, berbagai gerakan yang beliau gagas seperti Gerakan Guru dan Pustakawan Menulis Satu Buku Indonesia, Gerakan Satu Masjid Satu Buku, Gerakan Santri Menulis Indonesia, hingga dorongan agar birokrat dan politisi turut membaca serta menulis buku, merupakan langkah konkret yang layak mendapat dukungan bersama. “ Perlu meluruskan mindset tentang literasi bahwa literasi tidak penting dan hanya tugas pemerintah, saatnya berpikir mindset bertumbuh (growth mindset). Jangan hanya mendorong masyarakat membaca, tapi tidak mendorong gerakan menulis. Keduanya harus sejurus” kata BAK.

Yang paling menginspirasi dari seluruh gagasan beliau adalah semangat pengabdian yang terus menyala. Prinsipnya “Tidak Digaji, Tetap Bergerak” menunjukkan bahwa perjuangan literasi lahir dari idealisme, ketulusan, dan keyakinan bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Akademi Literasi Nasional yang digagas Perpustakaan Nasional RI melalui Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 04 Tahun 2022 tentang Akademi Literasi wajib didorong terus menerus agar menjadi raung kolaborasi sesama aktivis literasi Indonesia yang jumlahnya sekira 15.000 orang, selain sebagai ajang memperjuangkan nasib para aktivis literasi. Selain itu, BAK juga menggerakkan Gerakan Nasional Satu Masjid Satu Perpustakaan atas kerjsama Pengurus Pusat IKA BKPRMI dan Perpustakaan Nasional yang telah diluncurkan pada Tgl 14 Mei 2022 di Auditorium Perpustakaan Nasional Jalan Merdeka Selatan yang terus didorong oleh BAK, Gerakan Guru d, Pustakawan Menulis Satu Buku Indonesia.

Forum Gerakan Literasi Nasional dan Diklat Talenta Literasi Nasional ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dan aktivis literasi Indonesia. Hadir Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nurhadisaputra, Ketua Dewan Pembina Gerakan Literasi Nasional Gareulis Syahril, S.E., M.I.Pol., Ketua Umum GLN Hj. Yulia Yulianti, M.Pd.

Sebagai sosok yang telah lama mengabdikan diri di panggung literasi nasional, BAK juga dikenal sebagai Ketua Forum Penerima Penghargaan Tertinggi Nugra Jasa Dharma Pustaloka Perpustakaan Nasional RI, penghargaan bergengsi yang diberikan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia kepada individu yang memiliki kontribusi luar biasa dalam pengembangan perpustakaan dan literasi di Indonesia.

Pada akhirnya, ungkapan “Literasi adalah sebuah pilihan hidup, tidak mudah memang” menjadi penegasan bahwa perjuangan literasi bukan pekerjaan sesaat. Ia adalah jalan panjang yang membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan keberanian untuk terus bergerak meski tantangan menghadang.

Apa yang disampaikan BAK hari ini sejatinya bukan hanya sebuah materi diskusi, melainkan sebuah ajakan untuk bersama-sama mengambil peran. Sebab masa depan bangsa yang cerdas tidak lahir dari banyaknya wacana, melainkan dari keberanian mengubah setiap diksi menjadi aksi nyata.

Ketua Umum Gerakan Literasi Nasional Gareulis R.Hj. Yulia Yulianti, M.Pd., menyampaikan apresiasi sangat tinggi atas kehadiran Bachtiar Adnan Kusuma memberi insight dan inspirasi yang sangat berharga bagi peserta Diklat Talenta Gerakan Literasi Nasional.” Sangat menggugah dan aplikatif” kunci Hj.Yulia.

Berita Terkait

Perkuat Sinergi Desa, Ketua DPC APDESI Merah Putih Takalar Hadiri Rakernas di Banten
Jembatani Aspirasi Warga, Investor, Pemkab dan DPRD Takalar Gelar RDP Kondusif Terkait Kawasan Industri Takalar
Insiden Tenggelamnya Pengunjung di Apparalang: Zuljali Walikram Ketua Umum DPP GNPK Lantangkan 6 Tuntutan Tegas Kepada Dispora Bulukumba 
Soliditas Tanpa Batas, APDESI Merah Putih Takalar Matangkan Strategi Rakernas Lewat Silaturahmi 
KKTP: Apresiasi Raihan WTP Takalar, Ingatkan Dampak Nyata Bagi Kesejahteraan Warga 
HIMPUNAN PELAJAR MAHASISWA WAJO KOPERTI UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR SOROTI DUGAAN PENYELEWENGAN BBM SUBSIDI DI KABUPATEN WAJO
Pertahankan Opini WTP BPK, Pemkab Takalar Buktikan Tata Kelola Keuangan Yang Transparan dan Akuntabel
Sinergi APDESI Merah Putih dan PPDI Takalar: Motor Penggerak Anjungan Digitalisasi Desa Menuju ‘Smart Village’

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:52 WIB

Dekatkan Pelayanan, Kelurahan Pappa Gelar Layanan Publik Terpadu Untuk Warga

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:49 WIB

Kabar Baik! Pemkab Takalar Pastikan SILTAP Kepala Desa dan Perangkat Cair Dalam Waktu Dekat

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:35 WIB

Talkshow “Takalar Cepat Menyapa” Angkat Potensi Polongbangkeng Utara Menuju Takalar Maju dan Berdaya Saing

Senin, 8 Juni 2026 - 18:10 WIB

Jembatani Aspirasi Warga, Investor, Pemkab dan DPRD Takalar Gelar RDP Kondusif Terkait Kawasan Industri Takalar

Senin, 8 Juni 2026 - 16:51 WIB

Akselerasi Investasi Daerah, DPRD Takalar Gelar Paripurna Raperda Insentif dan Bentuk Pansus

Senin, 8 Juni 2026 - 12:45 WIB

Semangat Nasionalisme Membara di SDN No. 61 Puntondo, Guru Kelas 3 Jadi Pembina Upacara

Senin, 8 Juni 2026 - 11:21 WIB

SD Inpres No 61 Puntondo Juara Satu ” Kreatif Anak” Tingkat Kelas Tiga 

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:29 WIB

Pimpinan Redaksi Bongkarterkini.com Menyampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya H. Maudu, Ayahanda Kades Parangmata

Berita Terbaru