SERANG,Banten // Bongkarterkini.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Kabupaten Takalar, Amri, menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APDESI Merah Putih yang digelar di Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Perhelatan akbar yang berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 10 hingga 11 Juni 2026 ini, menjadi momentum krusial dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan desa secara nasional.
Kehadiran Amri dalam forum strategis ini membawa misi penting untuk menyuarakan aspirasi masyarakat desa dari Butta Panrannuangku. Sebagai representasi kepala desa di Kabupaten Takalar, partisipasi aktifnya menunjukkan komitmen kuat dalam menyinkronkan program kerja daerah dengan visi pembangunan nasional yang digagas oleh pengurus pusat.
Rakernas tahun ini terbilang istimewa karena berhasil mengonsolidasikan sekitar 2.200 peserta yang datang dari seluruh pelosok Nusantara. Ribuan kepala desa dan pengurus daerah berkumpul dalam satu forum untuk bertukar gagasan, memperkuat jejaring, serta merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi pemerintahan desa saat ini.
Tak hanya dihadiri oleh jajaran internal organisasi, pembukaan Rakernas ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara. Tampak hadir perwakilan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Pertanian, Panglima TNI, serta Kapolri. Kehadiran para stakeholder utama ini menegaskan bahwa desa kini menjadi fokus utama dalam poros pembangunan ekonomi dan ketahanan nasional.
Selaku tuan rumah, Gubernur Banten turut menyambut hangat kedatangan para delegasi dari berbagai provinsi. Sementara itu, Ketua Umum APDESI Merah Putih, Anwar Sadat, dalam pidato pembukaannya menekankan pentingnya soliditas dan kemandirian desa. Kehadiran seluruh jajaran Ketua DPD/DPW serta Ketua DPC dari seluruh Indonesia dinilai sebagai bukti nyata kompaknya gerakan membangun dari pinggiran.
Di sela-sela agenda yang padat, Ketua DPC APDESI Takalar, Amri, mengungkapkan optimismenya terhadap hasil Rakernas ini. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor yang ditawarkan dalam forum ini—terutama dengan kementerian terkait dan aparat penegak hukum—akan memberikan kepastian hukum serta ruang inovasi yang lebih luas bagi para kepala desa dalam mengelola anggaran desa.
Kendati demikian, tantangan besar tetap menanti pasca-Rakernas ini, di mana setiap pengurus daerah dituntut untuk mampu mengimplementasikan hasil rekomendasi nasional ke dalam program kerja lokal yang realistis. Melalui forum ini, APDESI Merah Putih diharapkan tidak hanya menjadi wadah berkumpul, melainkan mampu menjadi mitra kritis dan strategis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa yang merata.
( Husaini dg Nappu )





























