Takalar// Bongkarterkini.com – Keluhan petani mengenai terhambatnya aliran air irigasi Pammukkulu yang sempat memicu kekhawatiran di Kecamatan Mangarabombang segera mendapat tanggapan serius dari pemerintah daerah. Puluhan warga dari Desa Bontomanai dan Desa Lengkese mendatangi Kantor Kecamatan pada Kamis pagi untuk menyampaikan aspirasi mereka, mengingat persawahan yang menjadi sumber penghidupan utama mulai merasakan dampak kekeringan akibat terputusnya pasokan air. Kehadiran mereka mencerminkan keprihatinan mendalam akan masa depan hasil panen yang terancam gagal jika masalah ini tidak segera diselesaikan. (25/6/2026)
Suasana yang sempat tegang langsung mereda ketika Camat Mangarabombang, Mappaturung Daeng Muntu, menerima keluhan warga dengan pendekatan persuasif dan terbuka. Tidak menunggu lama, camat bersama unsur terkait segera turun ke lapangan di hari yang sama untuk meninjau langsung kondisi saluran irigasi. Peninjauan dilakukan secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir guna menemukan akar permasalahan penyebab tersumbatnya aliran air, sekaligus memastikan solusi yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Penanganan ini dilakukan sesuai arahan tegas Bupati Takalar, H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, yang memerintahkan jajarannya untuk selalu hadir dan cepat tanggap terhadap setiap persoalan yang menyentuh hajat hidup masyarakat. Melalui koordinasi lintas instansi yang solid, hambatan yang ditemukan segera diperbaiki. Hasilnya, dalam waktu singkat aliran air yang sempat terhenti kembali mengalir deras dan lancar menuju areal persawahan warga di kedua desa tersebut.
“Alhamdulillah, berkat arahan dan petunjuk Bapak Bupati, kami dapat segera menindaklanjuti keluhan ini. Saat ini air irigasi Pammukkulu sudah kembali mengalir normal ke lahan pertanian. Kami pastikan langkah ini bukan hanya untuk menyelesaikan masalah sesaat, tapi juga mencegah gangguan serupa terulang kembali,” ujar Camat Mappaturung didampingi Ketua Pompengan Pammukkulu dan Wakapolsek Mangarabombang.
Respons cepat ini mendapat apresiasi tinggi dari para petani yang kini dapat bernapas lega dan melanjutkan aktivitas bercocok tanam dengan tenang. Pemerintah Kecamatan Mangarabombang menegaskan komitmennya untuk terus mengawal sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah, guna menjaga produktivitas lahan serta mendukung ketahanan pangan di wilayah Takalar secara berkelanjutan. (Hs)





























