Takalar// Bongkarterkini.com – Situasi keamanan di wilayah Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, dilaporkan mulai tidak kondusif namun dibayangi ketakutan. Warga kini mengaku resah dan takut untuk keluar pada malam hari menyusul maraknya aksi teror busur (panah tradisional), geng motor, dan begal yang terjadi belakangan ini.
Rangkaian aksi kriminalitas jalanan ini mulai mencuat setelah rekaman CCTV sekelompok geng motor yang melakukan aksi teror di daerah Tepo kelurahan mangadu pada Selasa dini hari (6/6/2026) sekitar pukul 01.30 WITA, viral di media sosial.
Kesaksian Korban: “Ditancapkan anak panah dan Motor Saya Ditebas Parang”
Tak berselang lama pada malam yang sama, tepatnya pukul 02.50 WITA, teror serupa terjadi di Dusun Kajang, Desa Topejawa. Seorang warga bernama Mashur Daeng Tarang, menjadi korban kebrutalan kelompok tersebut hingga mengalami trauma mendalam.
Dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Sekretariat DPC Sepernas Kabupaten Takalar, Mashur menceritakan detik-detik mencekam yang mengancam nyawanya.
“Pas kami sementara mengendarai motor jalan pulang ke rumah, tiba-tiba sekelompok geng motor meletuskan petasan dan langsung menancapkan busur ke arah saya. Untung tidak kena karena saya langsung lari masuk ke rumah warga,” ujar Daeng Tarang dengan nada bergetar.
Nahas, sepeda motor yang ditinggalkannya menjadi sasaran amukan. “Motor saya jadi amukan sekelompok orang tak dikenal. Mereka menancapkan anak panah busur dan menebas kap motor saya dengan parang. Sampai saat ini saya masih trauma akibat kejadian itu,” lanjutnya.
Soroti Penanganan Hukum: Hanya Dibuatkan Delik Aduan
Demi mendapatkan keadilan dan rasa aman, Mashur Daeng Tarang mendatangi Polsek Mangarabombang untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi dengan membawa sejumlah bukti yang ada. Namun, ia menyayangkan karena laporan tersebut kabarnya hanya diterima sebagai delik aduan, bukan laporan polisi (LP) resmi.
Tanggapan Pihak Kepolisian
Untuk menjaga keberimbangan berita, awak media langsung mengonfirmasi situasi ini kepada pihak berwajib. Kapolsek Mangarabombang, AKP Asri, membenarkan adanya laporan terkait peristiwa yang meresahkan warga tersebut.
Saat dihubungi pada hari Jumat (12/6/2026), AKP Asri menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak tinggal diam dan sedang mengusut kasus ini.
“Memang betul ada aduan masuk, sementara dalam penyelidikan,” ujar AKP Asri singkat saat memberikan konfirmasi.
Warga Mangarabombang berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap para pelaku teror jalanan ini dan meningkatkan patroli malam hari, guna mengembalikan rasa aman dan ketertiban di wilayah hukum Kabupaten Takalar. (Red)



























