instagram youtube
logo

Dana Ketahanan Pangan Kampong Pasar Panjang Diduga Dikorupsi, 40 Persen Raib tanpa Jejak

BONGKAR TERKINI

- Redaksi

Kamis, 24 Juli 2025 - 12:55 WIB

50319 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam — Sebanyak empat puluh persen dana ketahanan pangan di Kampong Pasar Panjang, Kecamatan Simpang Kiri, diduga raib tanpa kejelasan. Dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut semestinya digunakan untuk memperkuat sektor pangan di tingkat kampung, namun justru diduga dipakai untuk membayar honor perangkat desa dan bahkan disinyalir mengalir ke tangan pribadi yang tidak berwenang.

Mustaqim, penjabat kepala kampong sebelumnya, membenarkan bahwa tahap pertama dana ketahanan pangan sudah cair sebesar 40 persen. Pernyataan itu diperkuat oleh Nasaruddin, yang kala itu menjabat sebagai bendahara kampong. Dalam pengakuannya, Nasaruddin menyebutkan bahwa sebagian dana itu digunakan membayar honor perangkat kampong, dan sisanya—sekitar Rp21 juta—telah diserahkan kepada Yahyakan, yang kini menjabat sebagai Pj. Kepala Kampong Pasar Panjang.

Namun, pengakuan Nasaruddin tidak berhenti di situ. Ia mengungkapkan bahwa sekitar Rp10 juta dari dana tersebut dipinjamkan oleh Mustaqim kepada Randi, yang saat itu bahkan belum resmi menjabat sebagai Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dugaan aliran dana ini semakin menambah daftar kejanggalan dalam pengelolaan anggaran desa yang seharusnya menjadi tulang punggung ketahanan pangan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Randi, yang kini resmi menjabat sebagai Ketua BUMDes Kampong Pasar Panjang, membantah keras tudingan tersebut. Ia menyatakan tidak pernah meminjam dana ketahanan pangan desa dalam kapasitasnya sebagai Ketua BUMDes. Pinjaman yang dimaksud, kata Randi, murni urusan pribadi antara dirinya dan Mustaqim. “Saya pinjam uang secara pribadi, bukan dana desa. Saya gunakan untuk menutupi kekurangan uang membeli tiga ekor lembu. Saya tegaskan: saya tidak pernah meminjam uang ketahanan pangan kampong,” ujarnya.

Meski Randi telah menepis tudingan itu, persoalan semakin kabur ketika menyangkut keberadaan dana yang tersisa. Randi menyebut hingga saat ini dana ketahanan pangan itu belum juga ditransfer oleh Yahyakan, Pj. Kepala Kampong yang sekarang, ke rekening BUMDes. Padahal, sebagian dana diakui masih berada dalam rekening kampong. Namun, alasan keterlambatan atau penahanan dana itu tidak pernah dijelaskan secara resmi. Permintaan klarifikasi kepada Yahyakan pun berulang kali diabaikan. Ketika ditanya soal penyaluran dana tersebut, baik Yahyakan maupun seorang perangkat kampong yang akrab dipanggil Upik menolak memberikan keterangan. Keduanya memilih bungkam dan enggan berkomentar.

Situasi ini memunculkan spekulasi baru: ada apa dengan dana ketahanan pangan Kampong Pasar Panjang? Uang negara yang semestinya digunakan untuk memperkuat sektor pangan lokal, justru hilang arah tanpa akuntabilitas yang jelas. Ketiadaan laporan penggunaan dana, tidak adanya transparansi dalam proses penyaluran, serta minimnya pengawasan dari pihak kecamatan dan kota, memperlihatkan betapa lemahnya tata kelola anggaran di tingkat kampung.

Kampong Pasar Panjang kini menjadi contoh nyata kegagalan implementasi Dana Desa jika tidak dibarengi dengan pengawasan ketat dan pelibatan aktif masyarakat. Uang rakyat yang dialirkan dari pusat untuk membangun ketahanan pangan di desa bisa saja melayang tanpa bekas, hanya karena permainan segelintir orang di lingkaran kekuasaan kampung. Dugaan penyalahgunaan dana ini tidak bisa lagi dianggap sebagai isu internal kampong. Ini adalah cerminan dari persoalan struktural yang lebih dalam, soal pengawasan anggaran publik yang longgar, budaya bungkam aparat desa, dan absennya rasa tanggung jawab terhadap amanat negara.

Jika dugaan penyelewengan ini dibiarkan berlarut, bukan hanya pembangunan pangan yang terganggu, tetapi juga kepercayaan publik terhadap program Dana Desa secara keseluruhan. Pemerintah daerah, aparat hukum, hingga inspektorat wilayah seharusnya tidak menunggu laporan formal untuk turun tangan. Sudah saatnya audit menyeluruh dilakukan. Dana ketahanan pangan bukan untuk membayar honor, apalagi dipinjamkan untuk membeli lembu. Ini adalah hak rakyat yang tidak boleh dirampas oleh siapa pun, dengan dalih apa pun.

Redaksi : Syahbudin Padank, Team// FW FRN Fast Respon counter Polri Nusantara

Berita Terkait

Karena satu hal yang tidak bisa ditawar: bantuan untuk rakyat bukan untuk diperas.
Mahasiswa Tak Percaya Lagi Hukum Lokal, Kasus Korupsi Dana Desa Akan Diseret ke KPK
Brimob Aceh Intensifkan Patroli Kamandahan Jelang Peringatan MoU Helsinki dan HUT ke-80 RI
Editorial | Kepemimpinan Bukan Sekadar Simbol
Persiapan MTQ Subulussalam Capai 70 Persen, Pemerintah Pastikan Kegiatan Berjalan Tertib dan Bermakna
Kembali Abu Talhah Disorot, Transparansi Dana Desa Bangun Sari Jadi Pertanyaan
Ketika Pelayanan Desa Terlambat, Warga Subulussalam Kota Kehilangan Harapan
Setelah Ancam Wartawan, Oknum Camat Sultan Daulat Terseret Dugaan Pungli APBK dan APBN

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:52 WIB

Dekatkan Pelayanan, Kelurahan Pappa Gelar Layanan Publik Terpadu Untuk Warga

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:26 WIB

Akselerasi Eliminasi TBC di Takalar, dr. Nila Fauziah Gagas Inovasi Berbasis Kearifan Lokal “Assamaturu

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:35 WIB

Talkshow “Takalar Cepat Menyapa” Angkat Potensi Polongbangkeng Utara Menuju Takalar Maju dan Berdaya Saing

Senin, 8 Juni 2026 - 18:10 WIB

Jembatani Aspirasi Warga, Investor, Pemkab dan DPRD Takalar Gelar RDP Kondusif Terkait Kawasan Industri Takalar

Senin, 8 Juni 2026 - 16:51 WIB

Akselerasi Investasi Daerah, DPRD Takalar Gelar Paripurna Raperda Insentif dan Bentuk Pansus

Senin, 8 Juni 2026 - 12:45 WIB

Semangat Nasionalisme Membara di SDN No. 61 Puntondo, Guru Kelas 3 Jadi Pembina Upacara

Senin, 8 Juni 2026 - 11:21 WIB

SD Inpres No 61 Puntondo Juara Satu ” Kreatif Anak” Tingkat Kelas Tiga 

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:29 WIB

Pimpinan Redaksi Bongkarterkini.com Menyampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya H. Maudu, Ayahanda Kades Parangmata

Berita Terbaru