TAKALAR// Bongkarterkini.com – Pemerintah Kabupaten Takalar secara resmi merilis ucapan selamat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada seluruh masyarakat. Dalam momentum sakral ini, Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, M.M., mengajak seluruh elemen warga untuk menjadikan pergantian tahun hijriah sebagai momentum memperkuat persatuan dan merefleksikan kontribusi nyata terhadap daerah. Selasa (16/6/2026)
Pesan religius yang disampaikan oleh Bupati Daeng Manye ini tidak sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah seruan untuk melakukan akselerasi dan transformasi di berbagai sektor kehidupan. Melalui pemanfaatan media digital dan kegiatan syiar keagamaan yang masif, pemerintah daerah berupaya menyentuh akar rumput agar nilai-nilai hijrah dari yang kurang baik menuju kebaikan dapat diimplementasikan langsung dalam kehidupan bermasyarakat dan etos kerja birokrasi.
Di sisi lain, momentum keagamaan seperti ini juga memicu beragam harapan dari masyarakat Takalar. Sejumlah warga dan tokoh pemuda menilai bahwa pesan spiritual dari pemimpin daerah harus berjalan beriringan dengan realisasi program kerja yang menyentuh kesejahteraan publik, khususnya penguatan ekonomi, sektor pertanian, budidaya rumput laut, perikanan, wisata alam serta pemerataan akses digital ke daerah kepulauan yang selama ini menjadi fokus sang bupati.
Menanggapi harapan tersebut, Daeng Manye menegaskan bahwa esensi dari Tahun Baru Islam adalah keberlanjutan inovasi pelayanan publik. Menurutnya, spiritualitas dan profesionalisme kerja tidak dapat dipisahkan demi menciptakan pemerintahan yang bersih dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat butuh kecepatan dan akselerasi yang baik demi membawa Takalar ke arah yang lebih maju dan bermartabat.
Namun, tantangan dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial di tengah dinamika lokal tetap memerlukan perhatian serius. Pengamat sosial keagamaan menilai, ucapan keagamaan dari kepala daerah memiliki fungsi ganda; selain sebagai perekat hubungan emosional antara pemimpin dan rakyatnya, ini juga menjadi ujian sejauh mana pemerintah mampu merangkul seluruh komunitas di Takalar demi menjaga iklim kondusif.
Sejalan dengan dinamika tersebut, berbagai organisasi masyarakat dan kepemudaan, termasuk DPD BKPRMI dan ormas keagamaan setempat, juga telah bersiap menggelar berbagai syiar menyambut 1 Muharram 1448 H. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan kelompok masyarakat ini diharapkan dapat menghidupkan syiar Islam yang damai sekaligus menjadi ruang dialog terbuka bagi kemajuan daerah.
Melalui peringatan 1 Muharram 1448 H ini, Kabupaten Takalar kembali diingatkan pada pentingnya sinergi kolektif. Pergantian tahun baru Islam ini pada akhirnya bukan sekadar seremonial belaka atau sekadar berpindah kalender, melainkan sebuah tonggak evaluasi bagi jajaran pemerintah dan seluruh masyarakat Takalar untuk bersama-sama melangkah menuju masa depan yang lebih sejahtera.
( Husaini )



























