instagram youtube
logo

Mengemas Potensi Wisata Lewat Strategi Digital: “Takalar Itu Surga Kecil Yang Lupa Kita Banggain”.

- Redaksi

Sabtu, 30 Mei 2026 - 20:37 WIB

504 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar sulsel, Bongkarterkini.com – Sebuah poster digital inovatif bertajuk #OMONGANMAZE belakangan ini mencuri perhatian warganet dan masyarakat Kabupaten Takalar provinsi Sulawesi selatan Menampilkan karikatur Daeng Manye sebagai Bupati Takalar, poster bergaya komik populer ini mencoba mendobrak pakem komunikasi politik konvensional yang kaku. Alih-alih hanya mengumbar janji normatif, narasi visual ini justru menonjolkan kekayaan destinasi wisata lokal sebagai komoditas utama kemajuan daerah. (28/5/2026)

Langkah ini dinilai sebagai strategi segar untuk mendekati generasi muda dan masyarakat urban yang jenuh dengan retorika politik klasik. Dengan tagline utama “Takalar itu surga kecil yang lupa kita banggain!”, publikasi ini secara cerdik mengalihkan fokus perdebatan politik dari konflik personal antarelite menjadi sebuah gerakan berbasis kebanggaan daerah (local pride).

Di dalam infografis bergaya mading tersebut, dipajang tujuh destinasi wisata unggulan Takalar, mulai dari Pantai Punaga, Pulau Sanrobengi, Pulau Tanakeke, Pantai Topejawa, Air Terjun Tanrung, PPLH Puntondo, hingga eksotisme Paria Laut. Setiap destinasi dilengkapi dengan kalimat-kalimat kasual yang menggelitik, seperti “Cakepnya bikin mantan nyesel!” atau “Healing murah, bahagia gratis!”, sebuah pendekatan bahasa yang sangat relevan dengan budaya pop hari ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara konten, poster ini membawa pesan penegas bahwa kemajuan suatu daerah tidak melulu lahir dari modal pidato atau saling sindir di panggung politik. Narasi dalam gelembung teks menegaskan posisi Daeng Manye sebagai pemimpin yang fokus pada kerja nyata di sektor riil, seperti pariwisata, penguatan UMKM, dan kesejahteraan nelayan lokal, guna meredam kritik atau sinisme publik yang sering menganggap program pemerintah sekadar pencitraan.

Meskipun mendapatkan respons positif karena visualnya yang estetis dan interaktif, kehadiran poster ini tidak lepas dari sorotan dan diskusi kritis di tengah masyarakat.

Sejumlah pengamat komunikasi politik menilai bahwa penggunaan format komik dan bahasa santai memang efektif menarik simpati, namun tantangan sesungguhnya tetap berada pada realisasi di lapangan—apakah keindahan visual di media sosial selaras dengan pembenahan infrastruktur wisata yang ada.

Beberapa warga dan pelaku sadar wisata di Takalar menyambut baik promosi masif ini karena dianggap mampu mendongkrak kunjungan wisatawan pascapandemi. Mereka berharap publikasi digital ini dibarengi dengan peningkatan fasilitas umum di lokasi wisata, pengelolaan sampah yang lebih baik, serta akses transportasi yang memadai agar ekspektasi wisatawan yang datang terpenuhi.

Di sisi lain, respons masyarakat yang tergambar dalam ilustrasi karakter di bagian bawah poster menunjukkan optimisme yang kuat. Karakter-karakter tersebut mewakili keberagaman warga—dari pemuda, perempuan berhijab, hingga tokoh masyarakat—yang menyuarakan dukungan terhadap pemimpin yang memperkenalkan identitas daerahnya terlebih dahulu ke kancah nasional maupun internasional.

Pesan penutup di bagian bawah poster, “Bangga sama daerah sendiri itu gratis, tapi dampaknya besar,” menjadi ajakan persuasif yang kuat bagi seluruh elemen warga Takalar.

Ini adalah sebuah upaya restrukturisasi narasi publik agar masyarakat beralih dari sikap skeptis menjadi agen promosi bagi daerahnya sendiri, dengan prinsip kerja nyata untuk mewujudkan wisata maju dan rakyat sejahtera.

Pada akhirnya, fenomena poster #OMONGANMAZE Daeng Manye ini membuktikan bahwa lanskap komunikasi publik di tingkat daerah telah mengalami transformasi besar. Keberhasilan gagasan ini ke depan akan sangat bergantung pada bagaimana pemerintah daerah mampu mengawinkan pesona konten digital yang memikat ini dengan integrasi kebijakan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan di dunia nyata. (*)

Berita Terkait

Menanti Hujan di Laikang: Saat Retakan Tanah Takalar Menjadi Ujian Kepedulian Negara
Skandal Kacabdin Aceh Selatan, Integritas Pemerintah Aceh Dipertaruhkan
Koruptor Menggurita, Kejahatan Sistemik Ala Kapitalis
Indonesia dalam Keadaan Darurat Teror
Kolonel Purnawirawan Intel yang Tak Lagi Diam
Sinetron Peradilan Tom Lembong dan Kisah Publik Enemy
#Jokowi Time is Over
Silfester, Potret Jokowisme Mixed Political Art

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:36 WIB

Кто такие поисковые боты и какую функцию они выполняют в поиске

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:10 WIB

Кто такие поисковые боты и какую задачу они исполняют в поиске

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:19 WIB

Кто такие поисковые боты и какую функцию они выполняют в поиске

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:38 WIB

Как построены механизмы сортировки ресурсов

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:45 WIB

Кто такие поисковые боты и какую задачу они выполняют в поиске

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:54 WIB

Базис кибербезопасности для обычных пользователей

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:08 WIB

Casino On-Line: Organization, Elements and User Experience

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:44 WIB

Casino On-line: How Current Gambling Sites Operate

Berita Terbaru