Takalar// Bongkarterkini.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar terus melangkah maju mewujudkan reformasi birokrasi dan pelayanan berbasis teknologi. Komitmen tersebut dibuktikan lewat suksesnya penyelenggaraan sosialisasi sekaligus pelatihan penggunaan aplikasi terbaru bernama PASSIRIKIA BOS. Kegiatan yang berlangsung di Hotel All Nite & Day, Jalan Lanto Daeng Pasewang, Makassar itu langsung disambut dengan antusiasme tinggi dan tanggapan positif dari seluruh peserta yang hadir.
Selama ini, kerumitan administrasi dan alur birokrasi yang berbelit sering menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola sekolah. Hadirnya PASSIRIKIA BOS dinilai sebagai solusi nyata yang memberikan angin segar. Aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu kerja, tetapi juga membawa perubahan signifikan dalam memangkas prosedur yang memakan waktu, sehingga proses pengurusan dokumen menjadi lebih ringan dan terarah.
Manfaat nyata dari sistem baru ini langsung dirasakan oleh para peserta. Salah satu peserta pelatihan yang diwawancarai usai acara di Kantor Disdik Takalar, Selasa (9/6/2026), mengungkapkan apresiasinya. “Aplikasi PASSIRIKIA BOS ini cukup memberikan manfaat dan kecepatan layanan serta kemudahan mendokumentasikan administrasi pengelolaan keuangan,” ujarnya. Pernyataan ini mencerminkan harapan besar agar inovasi ini dapat terus dioptimalkan penggunaannya di lingkungan sekolah.
Menyikapi antusiasme tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Takalar, Dodi Ryan Saputra, menegaskan bahwa pengembangan aplikasi ini merupakan bagian dari visi besar daerah dalam memajukan dunia pendidikan. Pemerintah daerah melalui Disdik berkomitmen penuh mendukung setiap langkah digitalisasi. Tujuan utamanya jelas: menciptakan sistem pelayanan yang tidak hanya cepat dan praktis, tetapi juga transparan, akuntabel, serta memberikan dampak nyata bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
Secara teknis, PASSIRIKIA BOS dirancang secara khusus sebagai pusat data terpadu. Aplikasi ini difokuskan untuk mempermudah seluruh rangkaian pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), mulai dari pengunggahan dokumen, pengaturan data, hingga proses verifikasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Dengan sistem satu pintu ini, risiko terjadinya kesalahan pencatatan atau keterlambatan pelaporan dapat ditekan secara signifikan.
Dalam pengoperasiannya, aplikasi ini memungkinkan kepala sekolah dan bendahara untuk mengunggah berkas SPJ secara langsung dalam format PDF. Begitu dokumen masuk ke dalam sistem, Tim Manajemen BOS tingkat kabupaten dapat segera melakukan pengecekan dan verifikasi secara terstruktur. Seluruh alur kerja tersebut terekam secara digital, tersimpan dengan aman, dan dapat diakses kapan saja jika dibutuhkan untuk keperluan evaluasi atau pemeriksaan.
Terobosan ini diharapkan menjadi titik balik peningkatan mutu tata kelola pendidikan di Kabupaten Takalar. Lebih dari sekadar mengikuti perkembangan zaman, kehadiran PASSIRIKIA BOS merupakan wujud keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi sistem pengelolaan keuangan sekolah. “Kami berupaya membenahi dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan dan pengelolaannya,” pungkas Dodi Ryan Saputra penuh optimis.
( Husaini )



























