instagram youtube
logo

BPK Ungkap Proyek Jalan Bermasalah di Aceh Singkil: 11 Paket JJI Rugikan Daerah Rp2,3 Miliar, AMPAS Desak Bupati Copot Kadis PUPR dan PPTK

BONGKAR TERKINI

- Redaksi

Sabtu, 9 Agustus 2025 - 20:59 WIB

50397 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil — Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Aceh membongkar dugaan penyimpangan besar dalam pengelolaan proyek infrastruktur di Kabupaten Aceh Singkil tahun anggaran 2024. Dari hasil audit resmi, lembaga negara itu menemukan kejanggalan pada sebelas paket pekerjaan Jalan, Jaringan, dan Irigasi (JJI) yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat.

Temuan BPK menyebutkan seluruh paket mengalami kekurangan volume dan pelaksanaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis. Kondisi itu membuat pembayaran yang dilakukan pemerintah daerah menjadi tidak wajar, dengan kelebihan bayar mencapai Rp2.355.358.107,99. Auditor mengingatkan, kualitas pekerjaan yang buruk berpotensi mengurangi masa manfaat jalan dan memaksa pemerintah menanggung biaya pemeliharaan yang lebih besar di masa depan.

BPK menilai lemahnya pengendalian berada di pucuk pimpinan dinas. Kepala Dinas PUPR selaku Pengguna Anggaran (PA) disebut belum optimal mengawasi jalannya proyek. Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dinilai tidak cermat menjalankan prosedur pengendalian kontrak. Kedua pejabat itu dianggap memberi ruang bagi penyedia jasa untuk bekerja di luar ketentuan tanpa konsekuensi yang memadai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS) bereaksi keras atas temuan ini. Melalui juru bicara Rahman Syafi’i SH, mereka mendesak Bupati Aceh Singkil segera mencopot Kepala Dinas PUPR dan pejabat terkait. “Ini bukan sekadar soal administrasi, tetapi soal amanah rakyat. Kerugian sebesar ini adalah bentuk kelalaian yang tidak bisa ditoleransi,” tegas Rahman dalam keterangan tertulis.

Menurut AMPAS, pembiaran terhadap praktik penyimpangan proyek publik akan memperburuk kualitas infrastruktur dan mengikis kepercayaan warga terhadap pemerintah daerah. Rahman menilai, jika kepala dinas dan pejabat teknis dibiarkan bertahan, maka pesan yang tersampaikan ke publik adalah pemerintah daerah permisif terhadap potensi korupsi.

Organisasi itu juga mendesak aparat penegak hukum segera bertindak. Temuan BPK, kata mereka, sudah cukup menjadi pintu masuk penyelidikan pidana. “Kami minta APH menelusuri seluruh aliran dana, memeriksa kontraktor, hingga memastikan pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban hukum,” ujar Rahman.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil maupun Kepala Dinas PUPR terkait desakan pencopotan dan temuan BPK ini. Laporan BPK yang memuat rincian kekurangan volume dan spesifikasi teknis yang diabaikan masih menjadi sorotan tajam publik daerah.

Bagi AMPAS, kasus ini adalah ujian bagi Bupati Aceh Singkil untuk menunjukkan keberpihakan pada transparansi dan integritas tata kelola anggaran. “Kalau Bupati diam, berarti ia ikut bertanggung jawab atas pembiaran ini,” kata Rahman. (Padank)

Berita Terkait

Bupati Diminta Tegas, Dugaan Penyimpangan Dana Publikasi Rp200 Juta di Humas Singkil Mencuat
Syariski Tolak Amplop, Kepala Dinas Aceh Singkil Diduga Ngamuk dan Ancam
iPhone dan Kesombongan Zulkarnain: Status Facebook Ramli Manik Bikin Gejolak Aceh Singkil
Kemiskinan Naik, Pejabat Aceh Singkil Sibuk Gonta-Ganti Gadget dan Mobil Mewah: AMPAS Sindir Uang APBD Seperti Harta Warisan
BPK Bongkar Modus Mark Up Perjalanan Dinas Pemkab Aceh Singkil: Kelebihan Bayar Hotel dan Taksi di 23 SKPK Rugikan Daerah Rp186 Juta
Baru Diangkat Jadi PLT Kadis Pendidikan, Pendidikan di Aceh Singkil Amburadul: SMP 2 Pulau Banyak Barat Luntang-Lantung, Guru Menghilang, Kadis Tutup Mata
BPK RI Bongkar Kelebihan Bayar Perjalanan Dinas Pemkab Aceh Singkil Rp186 Juta, APH Diminta Turun Tangan
AMPAS Desak Kepala Disparpora Aceh Singkil Dicopot, Pariwisata Lesu PAD Merosot

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:52 WIB

Dekatkan Pelayanan, Kelurahan Pappa Gelar Layanan Publik Terpadu Untuk Warga

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:26 WIB

Akselerasi Eliminasi TBC di Takalar, dr. Nila Fauziah Gagas Inovasi Berbasis Kearifan Lokal “Assamaturu

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:35 WIB

Talkshow “Takalar Cepat Menyapa” Angkat Potensi Polongbangkeng Utara Menuju Takalar Maju dan Berdaya Saing

Senin, 8 Juni 2026 - 18:10 WIB

Jembatani Aspirasi Warga, Investor, Pemkab dan DPRD Takalar Gelar RDP Kondusif Terkait Kawasan Industri Takalar

Senin, 8 Juni 2026 - 16:51 WIB

Akselerasi Investasi Daerah, DPRD Takalar Gelar Paripurna Raperda Insentif dan Bentuk Pansus

Senin, 8 Juni 2026 - 12:45 WIB

Semangat Nasionalisme Membara di SDN No. 61 Puntondo, Guru Kelas 3 Jadi Pembina Upacara

Senin, 8 Juni 2026 - 11:21 WIB

SD Inpres No 61 Puntondo Juara Satu ” Kreatif Anak” Tingkat Kelas Tiga 

Minggu, 7 Juni 2026 - 11:29 WIB

Pimpinan Redaksi Bongkarterkini.com Menyampaikan Duka Mendalam Atas Wafatnya H. Maudu, Ayahanda Kades Parangmata

Berita Terbaru