instagram youtube
logo

Tragedi Bocah Tenggelam di Proyek Sekolah Rakyat Takalar Soroti Urgensi Penerapan K3

- Redaksi

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:05 WIB

5022 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takalar,Bongkarterkini com – Tragedi memilukan yang merenggut nyawa dua bocah di area proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Dusun Bontosunggu, Desa Parappuanta, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, mulai memicu gelombang kritik publik. Insiden ini menyoroti urgensi penerapan sistem keselamatan kerja pada proyek strategis nasional. Dua korban balita, Arzak (4) dan Asril (3), ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di lubang galian septic tank masjid yang berada di dalam kawasan proyek tersebut pada Rabu malam (27/5/2026).

Lubang galian sedalam kurang lebih dua meter tersebut dilaporkan dalam kondisi tergenang air dan berada di area terbuka yang masih dapat diakses dengan mudah dari luar kawasan proyek. Kondisi ini memicu dugaan kuat adanya kelalaian dan lemahnya penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dari pihak pelaksana proyek. Minimnya barikade pengaman atau papan peringatan di titik-titik rawan dinilai menjadi faktor risiko tinggi yang berujung pada hilangnya nyawa dua anak tak berdosa tersebut.

Kritik tajam datang dari Ketua Solidaritas Aktivis dan Mahasiswa Takalar (Samata), Asman, yang menilai bahwa kawasan konstruksi skala besar seharusnya memiliki sterilisasi area yang ketat agar tidak menjadi ancaman bagi warga sekitar. Selain menyoroti ketiadaan pembatas yang memadai, warga setempat juga mempertanyakan fungsionalitas kamera pengawas (CCTV) di kawasan proyek yang diduga tidak beroperasi saat insiden terjadi. Kelemahan berlapis pada aspek pengawasan ini dinilai memperkuat indikasi abainya manajemen keamanan proyek negara tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau memang ini proyek besar dan proyek negara, harusnya sistem pengamanannya ketat. Ada SOP baku yang wajib dipatuhi, apalagi terdapat lubang besar yang tergenang air dan sangat berbahaya bagi anak-anak di sekitar pemukiman,” tegas Asman saat memberikan keterangan kepada awak media di salah satu warung kopi di Takalar, Jumat (29/5/2026). Ia mendesak adanya investigasi menyeluruh guna memastikan apakah ada unsur pidana kelalaian (culpa) dalam kasus ini.

Di tengah suasana duka yang mendalam, Pemerintah Kabupaten Takalar menunjukkan empati dan perhatiannya secara langsung. Bupati dan Wakil Bupati Takalar terlihat hadir melayat ke rumah duka kedua korban untuk menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada pihak keluarga. Kehadiran pucuk pimpinan daerah ini diharapkan dapat memberikan penguatan moril bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian serius terhadap dampak sosial dari proyek pembangunan di wilayahnya.

Upaya konfirmasi dan perimbangan informasi terus dilakukan oleh awak media untuk mendapatkan kejelasan dari pihak korporasi atau pelaksana proyek. Namun, hingga berita ini diterbitkan, salah seorang penanggung jawab proyek berinisial DT yang berusaha dihubungi wartawan masih memilih untuk tidak memberikan tanggapan resmi. Sikap bungkam dari pihak manajemen ini disayangkan oleh berbagai pihak karena dinilai memicu spekulasi negatif dan memunculkan kesan minimnya iktikad baik dalam memberikan pertanggungjawaban publik atas tragedi ini.

Bagaimanapun, pemenuhan hak-hak publik atas informasi yang transparan dan penegakan regulasi K3 di lapangan tetap menjadi tuntutan utama masyarakat. Kasus ini diharapkan menjadi momentum evaluasi total bagi seluruh pelaksana proyek infrastruktur di Kabupaten Takalar agar lebih mengedepankan aspek keselamatan lingkungan sekitar. Publik kini menanti langkah tegas dari pihak berwenang dalam menyelidiki pemenuhan standar prosedur keselamatan kerja demi mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang. ( Red )

Berita Terkait

HIMPUNAN PELAJAR MAHASISWA WAJO KOPERTI UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR SOROTI DUGAAN PENYELEWENGAN BBM SUBSIDI DI KABUPATEN WAJO
Pertahankan Opini WTP BPK, Pemkab Takalar Buktikan Tata Kelola Keuangan Yang Transparan dan Akuntabel
Sinergi APDESI Merah Putih dan PPDI Takalar: Motor Penggerak Anjungan Digitalisasi Desa Menuju ‘Smart Village’
Bupati Takalar Tinjau Lokasi Kantor Kecamatan Laikang, Dorong Pelayanan Publik dan wisata 
APDESI Merah Putih Takalar Solid Kawal Program Strategis Bupati Takalar Firdaus Daeng Manye
Marak Rokok Diduga Ilegal di Takalar, Kabid Penegakan Perda Akui Terkendala Anggaran dan Penyidik
Tak Surut karena WFH, Pemkab Takalar Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Angin Puting Beliung di Kec Laikang
Jamin Kesetaraan Akses Pendidikan, Disdikbud Takalar Pastikan SPMB 2026/2027 Transparan dan Bebas Celah

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:04 WIB

HIMPUNAN PELAJAR MAHASISWA WAJO KOPERTI UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR SOROTI DUGAAN PENYELEWENGAN BBM SUBSIDI DI KABUPATEN WAJO

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:00 WIB

Sinergi APDESI Merah Putih dan PPDI Takalar: Motor Penggerak Anjungan Digitalisasi Desa Menuju ‘Smart Village’

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:45 WIB

Bupati Takalar Tinjau Lokasi Kantor Kecamatan Laikang, Dorong Pelayanan Publik dan wisata 

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:38 WIB

APDESI Merah Putih Takalar Solid Kawal Program Strategis Bupati Takalar Firdaus Daeng Manye

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:44 WIB

Marak Rokok Diduga Ilegal di Takalar, Kabid Penegakan Perda Akui Terkendala Anggaran dan Penyidik

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:05 WIB

Tragedi Bocah Tenggelam di Proyek Sekolah Rakyat Takalar Soroti Urgensi Penerapan K3

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:52 WIB

Tak Surut karena WFH, Pemkab Takalar Gerak Cepat Salurkan Bantuan Korban Angin Puting Beliung di Kec Laikang

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:20 WIB

Jamin Kesetaraan Akses Pendidikan, Disdikbud Takalar Pastikan SPMB 2026/2027 Transparan dan Bebas Celah

Berita Terbaru